• Orang Buta Menuntun Beruk
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Juni, 2017 at 4:51 pm

    ENTAH bagaimana mulanya, seorang laki-laki buta muncul di kampungku sambil menuntun seekor beruk. Ia muncul begitu saja, pada suatu pagi sehabis hujan gerimis. Orang-orang bertanya-tanya dalam hati, ini tukang beruk yang mana? Tentu, semua masih ingat siapa-siapa saja tukang beruk di kampungku. Mulai Pak Mawan yang beruknya senang melawan. Lalu Pak Malus, Malin Gadang, Pak Ramin hingga Uncu Marin yang tak sabaran. Empat orang terakhir sudah lama menjual beruknya; sejak pohon-pohon kelapa menua dan kopra tak cukup berharga. Nama yang nomor dua sudah […]

  • Gerombolan Kupu-Kupu
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Juni, 2017 at 4:00 am

    Mardi duduk termangu di kursi makan, menatap lurus ke tudung saji di hadapannya. Ia menerka-nerka makanan apa yang dimasak istrinya pagi ini. Tangannya mengangkat tudung saji dan menemukan sepiring tempe tanpa sambal dan sayur daun ubi rebus. Mardi mengembuskan napas kuat. Raut wajahnya menunjukkan rasa tidak suka pada hidangan di atas meja.Menu itu lagi. Hampir sepekan menu tidak pernah ganti. Lidahnya sudah bosaan dengan rasa tempe bau tengik dan daun ubi yang terasa pahit. Namun, ia memaksa diri menyantap sarapan seadanya itu. Ia harus punya […]

  • Lelaki Itu Ingin Salat Id di Kampung Kelahiran
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Juni, 2017 at 3:00 am

    PERIH! Itulah yang dia rasakan setiap kali menjelang lebaran. Sekarang, sudah dua puluh kali lebaran sejak dia menghilang. Dua puluh kali lebaran pula dia tak pernah pulang. Padahal, setiap kali lebaran menjelang, kerinduan selalu memberual.Jauh dari kampung halaman, rasa sepi mengecambah, lalu pelan-pelan membelukar. Dan setiap kali lebaran, dia tersesat dalam belukar kesepian. Dia merasa tak berarti, merasa sia-sia.”Pulanglah. Telah kelewat lama kau lari.”Desakan ingin pulang makin hari kian kuat. Namun kenapa untuk meyakinkan diri pernah dan […]

  • Semoga Kau Tidak Melihatku, Melfa
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Juni, 2017 at 1:07 am

    TELAH lama aku tidak menikmati malam yang sempurna, kini hanya ada petir yang menghunjam, dan derum guntur menggelegar.Hujan terus saja menggempur sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Hujan yang mengguyur beserta badai kencang, kini telah membuat jalanan tergenang, dan menjadikan para pengguna jalan kesusahan.Waktuku selalu tersendat untuk mendatangi tempat ini. Tempat yang menghidupi diri, dan anakku Melfa. Aku memang tidak pernah mendengarkan yang dikatakan orang kepadaku. Mungkin kebanyakan dari mereka, menganggapku perempuan tak benar, seorang […]

  • Sungkem
    by Kliping Sastra Nusantara on 19 Juni, 2017 at 9:58 am

    KARENA tiga tahun berturut-turut gagal mudik, padahal Pardi sudah mengirim kabar ke desa, untuk tahun ini dia kapok memberi kabar ke desa. Ia trauma. Dan tidak ingin mengecewakan keluarga. Mereka pasti menganggapnya sebagai anak kurang berbakti. Sungkem setahun sekali saja tidak mau. Begitu prasangka mereka. Soalnya memang bukan mau atau tidak mau, tetapi tidak mampu mudik. Kalau tidak ada uang dan sedang menunggu anggota keluarga di rumah sakit, apa dipaksakan pulang? Sejak pertengahan tahun lalu, Pardi dan isteri berhemat betul. Menabung. […]

  • Para Pemudik yang tak Pernah Kembali
    by Kliping Sastra Nusantara on 19 Juni, 2017 at 9:30 am

    LEBARAN Idul Fitri sudah lewat dua bulan. Tapi jalanan Ibu Kota yang ditinggalkan pemudik masih lengang. Pom bensin yang biasanya sudah antre tetap kosong. Bahkan ada dua alat pengisian bahan bakar yang tidak digunakan karena katanya pegawainya belum kembali dari mudik. Ada pengumuman di dekat alat pengisian bahan bakar; ‘dibutuhkan lima karyawan baru untuk posisi operator. Yang berminat hubungi Satpam pom bensin’. Yang minat diminta menghubungi satpam, padahal tidak terlihat seseorang berseragam satpam. Jangan-jangan satpam pom bensin itu pun […]

  • Hikayat Rumah Lanting
    by Kliping Sastra Nusantara on 19 Juni, 2017 at 5:00 am

    ”Kelak, apa yang aku kisahkan ini tinggal menjadi hikayat. Hikayat rumah lanting. Maka catatlah baik-baik setiap perkataan dan kisahku sebelum akhirnya nanti aku menutup mata, dan tak pernah lagi kulihat cahaya matahari pagi atau senja mengapung di sungai dari jendela ini."KAI Badar, yang usianya telah melampaui abad, mulai bercerita sembari berbaring di kasur lepek usang di samping jendela. Di luar, senja kuning mulai luruh. Aku menyiapkan buku catatan, dan meletakkan sebuah tape recorder di samping bahunya yang telanjang, kering, dan kurus. […]

  • Celeng
    by Kliping Sastra Nusantara on 19 Juni, 2017 at 2:00 am

    SEJAK duduk di kelas satu sekolah dasar, Nina gemar menggambar celeng. Anak kami semata wayang itu menggambar celeng hampir setiap hari. Padahal, kami keluarga muslim. Bagi kami, celeng adalah hewan yang najis, bahkan kadar najisnya mugholladhoh. Di kampung kami, semua warga juga muslim. Dan bagi keluarga-keluarga muslim. Dan bagi keluarga-keluarga muslim, celeng sangat menjijikkan. Jangankan makan daging celeng, menyentuh atau tersentuh kulit celeng saja dianggap sial. Pendek kata, celeng harus dijauhi sejauh-jauhnya.Suatu siang, ketika aku […]

  • Ular dan Amarah
    by Kliping Sastra Nusantara on 13 Juni, 2017 at 11:48 am

    KOLAM itu sudah hampir mengering, tak ada lagi delapan ikan emas warna merah pembawa keberuntungan dan seekor ikan hitam penelan malapetaka. Lumut di dinding-dindingnya mengerak menjadi lapisan warna hijau kehitaman yang muram. Dulu ada dua penjaga di pintu pagar, dua patung singa sebesar anjing, masing-masing di sisi kiri dan kanan, dan sekarang binatang-binatang batu itu sudah tidak ada lagi di tempatnya, entah diambil oleh siapa.Yang masih ada di rumah itu hanya kucing piaraan si peramal, binatang tua yang manja dan tidak lucu sama […]