• Maria dan Roh-Roh Jahat
    by Kliping Sastra Nusantara on 23 Mei, 2018 at 12:30 pm

    SIAPA sangka, jika di dalam tubuh gadis manis itu tempat bersemayamnya roh-roh jahat yang selalu membunuh pemuda-pemudi di desa itu dengan kejam. Namanya Maria. Gadis belia itu tidak tahu-menahu, penyebab mengapa roh-roh jahat itu bersembunyi di dalam tumbuhnya. Jika malam tiba, Maria seperti tidak bisa nengontrol dirinya. Tubuhnya seperti bergerak sendiri dengan kekuatan yang berlipat ganda. Beberapa menit kemudian, roh-roh jahat itu keluar dari tubuhnya untuk mencari makan. Dan, setiap malam menjelang selalu seperti itu. Ia pun […]

  • Selendang Bidadari Turun Mandi
    by Kliping Sastra Nusantara on 22 Mei, 2018 at 11:11 am

    Gerimis menyerpih dari pelepah kelapa tepi jalan menuju puncak Bukit Bulupitu. Langit barat memancar sinar matahari, mencipta pelangi di langit timur. Melengkung setengah lingkaran. Satu kaki pelangi tepat di puncak bukitSAYA melewati rel kereta tanpa palang, bertulis di kayu silang: awas kereta, satu sepur. Setengah berlari saya menuju puncak bukit, sebelum matahari turun. Mengintip dari balik semak, mau mencuri selendang bidadari turun mandi.“Dewi Nawangwulan cantik molek penuh pesona. Hidung mancung pipi halus. Bibir kemerahan. Kerlingnya […]

  • Bangsa yang Menghargai Para Koruptor
    by Kliping Sastra Nusantara on 22 Mei, 2018 at 6:30 am

    HALAMAN rumah itu cuma enam kali luas sepetak tanah makam. Namun pembicaraan kedua orang yang duduk di dua bangku di halaman rumah itu selalu seluas kehidupan. ”Bung, aku sangat berterima kasih padamu yang senantiasa berkenan kukunjungi untuk sekadar bertukar keluh-kesah,” ucap Eddi.”Aku yang lebih pantas berterima kasih padamu, Bung. Bung sudah mencurahkan segenap pikiran, tenaga, waktu, dan biaya untuk menyelidiki sepak-terjang nenek moyang istriku,” jawab Ali.”Itu memang tugasku sebagai pelaksana tim perjuangan […]

  • Mawar Ungu Aulia Sulhani
    by Kliping Sastra Nusantara on 22 Mei, 2018 at 1:08 am

    PADA hari kedelapan bulan ketiga, di langit sebelah utara, sekuntum mawar ungu mekar perlahan-lahan. Kelopaknya susun-menyusun memendarkan cahaya, tidak cemerlang, tetapi cukup terang untuk membuat ruang di sekitarnya ikut berpendar ungu, pendar yang mengingatkan pada semu-sipu di pipi gadis remaja.Lembah itu berada pada satu titik, yang apabila seseorang berdiri tepat di tengah-tengahnya, ia akan bisa menyaksikan benda-benda langit yang tidak bisa dilihat dari sembarang tempat. Sebuah rumah berdiri persis di sana, kecil dan sejuk. Di sekitar rumah […]

  • Bunga Lima Warna
    by Kliping Sastra Nusantara on 21 Mei, 2018 at 1:00 pm

    BUNGA Mangas, Kecubung, Jengger Ayam, Mawar, Matahari; bunga-bunga milik petani macam kita ini. Macam kita ini, sudah terbiasa dengan bunga-bunga itu. Dan sudah biasa bagiku, bahkan mungkin hanya bagiku, bila bunga lima warna mewakili rasa yang melilit-lilit membuat kepala, dada, juga perut menjadi sakit. Sebab pada hari yang kutentukan sendiri, menyambut malam dan memeluk kesunyian. Dan hanya bunga-bunga itu, milikku. Apalagi selain itu? Hm, tidak ada selain itu. *** AKU tahu perihal perempuan itu suka memetik sendiri bunga-bunga […]

  • Sungai Pembelah Kota
    by Kliping Sastra Nusantara on 21 Mei, 2018 at 7:30 am

    MENDUNG yang menggelayut memberati wajah langit, pori-porinya membesar membentuk awan-awan mendung, dan pada akhirnya membasahi wajah abu-abu yang kelak bergerak menjadi biru atau jika bernasib mujur, warna yang lebih beragam akan muncul di permukaan. Berbatasan air sungai, seorang laki-laki berwajah kecoklatan dan setelahnya seorang perempuan berwajah putih sedang saling berpandangan. Pandangan penuh makna. *** DI masa tumbuh remaja, dialah murit pribumi yang paling pintar. Sampai-sampai anak-anak kolonial menyebut-menyebutnya di […]

  • Masjid-masjid Itu Menjadi Perahu
    by Kliping Sastra Nusantara on 21 Mei, 2018 at 3:00 am

    MENJELANG akhir dunia, akan datang bah yang sangat besar. Seakan tak ada bah yang lebih besar dari itu. Bah yang berasal dari ceruk-ceruk air di muka bumi, yang dijungkal ke darat. Ketika itu, rumah-rumah bakal terbongkar dilabrak arus. Luluh lantak. Menyisakan rangka-rangka yang mengambang di permukaan. Pohon-pohon tercerabut dari tanah, genap dengan akar-akarnya yang lunglai, daun-daunnya yang geripis dikucek air bah. Jangan tanya seperti apa keadaan para manusia, sebab yang kokoh dan sekeras baja pun porak poranda. Lalu apa yang tersisa? […]

  • Anggra
    by Kliping Sastra Nusantara on 21 Mei, 2018 at 1:30 am

    AKU melihatnya keluar dari lif dan berjalan cepat seperti tergesa-gesa sambil pandangan- nya melihat ke beberapa arah. Mungkin dia mencariku. Saat matanya tepat ke arahku, aku melambaikan tangan. Dia tersenyum tipis. Sangat cantik. Kemeja putih yang dimasukkan ke jins hitam ketat yang dipakainya, memperlihatkan tubuhnya yang tipis. Rambut panjangnya yang hitam agak bergelombang, dibiarkan tergerai. Dia kelihatan natural, tanpa baluran kosmetika berlebihan di wajahnya. Ketika mendekat, kuulurkan tanganku. Kami bersalaman […]

  • Tangan Ibu - Aroma Laut - Jatuhnya Si Bunga Kecil - Subuh - Nyanyian Laron di Bawah Neon
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Mei, 2018 at 8:30 pm

    Tangan Ibutanganmu berebut dengan waktupada warna matahari merahyang membedaki jalan-jalansaat ratusan kepompong melepas janjidi penghujung musim hujan,kepompong tetas, adalah akukupu-kupu basah di telapakmumelamar waktu dengan serangkain baris doayang kau bisikkan di malam tua,apa yang kau pegang, selalu putihmemancar di sela jemarimuantara kulit tuamu yang berdebuangin kemarau melukis gambar bulanuntuk sesuatu yang mungkin malam,kucium tanganmu, serasa tandang di tujuh benuasampan kecil doamulintasi selat, lawan angin berkaratmenepi ke jazirah […]