Jawa Pos

  • Paman Bungsuku yang (Syahdan) Setengah Dewa
    by Kliping Sastra Nusantara on 11 Desember, 2017 at 7:30 am

    PAMAN bungsuku Man-Man dilahirkan pada tahun babi 1959. ’’Karena itu ia kuat makan,” kata ayahku.Meskipun seperti saudara-saudaranya (kecuali bibi keduaku) --mungkin lantaran faktor genetika warisan Akong-- ia tak juga kunjung gemuk. Tetapi kau tahu, Papa tetap saja sinis berseloroh: ’’Kalau bukan cacing, pastilah hantu yang habiskan semua makanan itu di dalam ususnya!”Pada masa-masa aku belum bersekolah sampai umurku sekitar 9 tahun ketika aku belum […]

  • Raidah Kawin!
    by Kliping Sastra Nusantara on 4 Desember, 2017 at 5:00 am

    Raidah kawin! Geru suara sumbang di Dusun Ulak mendengar Raidah akan kawin. Ya, Raidah. Gadis berkerudung yang tahunya mengaji dan memandikan neneknya yang lumpuh. Mana mungkin Raidah kawin? Tak ada laki-laki yang mengenalnya begitu dalam. Paling-paling Jaff ar. Itu pun Raidah sering menolak jika bujang tua itu mengajaknya menonton layar tancap di Laman Kapuk.BERITA pernikahan Raidah begitu menghebohkan. Tidak di sungai, di sawah ataupun di surau. Penduduk kampung sibuk bernyinyir-ria, […]

  • Tarian Biyung
    by Kliping Sastra Nusantara on 27 November, 2017 at 1:00 am

    BIYUNG dan tari tak ubahnya pohon dengan akar. Biyung tanpa tariannya adalah suatu kehampaan, suatu ketidaksempurnaan. Sejak dulu, aku selalu merasa bahwa tariantarian yang dibawakan Biyung tak ubahnya sebuah kemagisan, jalan spiritualisme yang tak bisa ditempuh semua orang. Biyung selalu menghaturkan sesuatu yang tak bisa ditebak lewat setiap tarian yang dibawakannya. Setiap kali kedua kaki dan tangannya bergerak selaras dalam pakem tandak, setiap kali itu pula seakan Biyung masuk ke dimensi […]

  • Di Rumah Jagal - Sitinjau Laut - Ketika Rinai Sakit - Gerimis Melati - Burung Pemikat
    by Kliping Sastra Nusantara on 26 November, 2017 at 7:30 pm

    Di Rumah Jagalleher ini sebentar lagisudah tak adakami selesai begitu saja;tanpa kenangankisahmenguap serupa darahtak ada kuburtak ada ziarahdiri disantap sampai tandasbelulang ini, penanda tubuh terakhirtak punya nisan, tak punya turunantumbuh dan usaidi tangan tukang jagaltubuh ini sebentar lagisudah tak adaSitinjau Lautbukit, segalanya kabutdi ketinggian ini, betapa aku bergantungkepada jalan yang entah akanmembawaku ke mana. dan akumenjadi kerdil, tak bisa jauh darimuoi, kabut tebal. jarak […]

  • Madah
    by Kliping Sastra Nusantara on 14 November, 2017 at 8:30 am

    RUMAH kami rumah kenangan, gerimis doa alun senada. Rumah kami selembar bulan, duaja merah rindu berada.Begitulah madah itu diajarkan, dilagukan, turun temurun, oleh setiap penghuni rumah ini. Siapa pun akan mendengarnya di kala subuh saat cahaya matahari belum utuh, saat pendaran lampu-lampu belum genap di matikan. Juga di ambang magrib saat angin terasa gaib oleh senja yang berangsur raib.Kadang kami melagukannya bersama, kadang sendiri, hingga kami merasa bahkan dalam diam sekalipun […]

Selengkapnya…