Jawa Pos

  • Ular Sawit
    by Kliping Sastra Nusantara on 23 Oktober, 2017 at 3:00 am

    SEBELAS orang turun dari mobil pick-up mendekati bivak-bivak terpal di dalam  kebun itu. Salah seorang, yang berbaju kaus pemain golf, memimpin kawanan.“Pokoknya kami tidak mau tahu. Kalian harus angkat kaki sekarang juga dari kebun ini!”Ia menyergah dengan ayunan tangan, mendelik pada Sang Tumenggung (1) sembari menyuruh sepuluh centengnya untuk bergerak. Mereka menyibak-sibakkan bara tungku dengan kaki, mencabut kayu-kayu palang yang terikat di terpal sudung (2), dan […]

  • Baboe Laoet
    by Kliping Sastra Nusantara on 17 Oktober, 2017 at 4:00 am

    TELAH bulat hati Banah untuk meninggalkan kampung halaman. Sepekan sebelum berangkat, dua tumpuk pakaian dikemas rapi dalam koper. Dari dalam peti kayu yang lama teronggok di kolong ranjang, dikeluarkannya gaun perempuan Eropa, sepatu yang masih muat di kaki, mantel lusuh cokelat, dan topi beludru hitam. Saat ikut majikan terakhirnya, mevrouw yang baik hati membelikan semua itu di pasar loak yang digelar sepekan sekali.Minyak kayu putih tidak ketinggalan. Cairan harum dalam botol beling cokelat […]

  • Kalwa
    by Kliping Sastra Nusantara on 10 Oktober, 2017 at 1:00 am

    IA mengirim pesan singkat berisi permintaan maaf tidak bisa bertemu hari ini karena suaminya sedang tidak enak badan sejak pagi dan tidak mungkin ia pergi meninggalkan rumah ketika suaminya ada di rumah dan sedang tidak enak badan. Saya ingin membanting telepon selular saya begitu membaca pesannya. Tentu saya bisa memahami keadaannya: ia tidak mungkin meninggalkan rumah jika suaminya sedang tidak enak badan, tetapi pada saat yang sama saya berpikir jangan-jangan ia berbohong. Ia pasti berbohong […]

  • Hari yang Kosong
    by Kliping Sastra Nusantara on 3 Oktober, 2017 at 1:00 am

    HANING tidak tahu pasti berapa lama ia menghabiskan waktu di kamar mandi memandang keran yang bocor. Mungkin sudah sepagian ini. Atau malah baru beberapa menit saja. Beberapa waktu terakhir, ia seperti mengalami disorientasi.Tes... tes... tes...Suara tetesan air yang berirama menjadi latar yang sempurna untuk kekosongan yang terasa kental di sekitarnya. Haning berusaha mengingat-ingat, apa yang membuat sekelilingnya terasa begitu muram dan sunyi. Mungkin semua ini dimulai sejak Una, putrinya, […]

  • Anjing Berjubah Merah
    by Kliping Sastra Nusantara on 25 September, 2017 at 1:00 am

    ANJING itu dilaporkan ke polisi karena dianggap menyebarkan ajaran komunis. Mungkin kau menganggap terlalu berlebihan, tetapi kau akan memahami bila mengenal Pak Rais. Tapi, biar jelas duduk perkaranya, akan kujelaskan dulu soal anjing berjubah merah itu.Ia hanya anjing kampung buduk biasa. Suatu malam, anak-anak muda yang biasa nongkrong di ujung gang mabuk-mabukan main gitar, melihat anjing itu berjalan terpincang-pincang. Satu kaki belakangnya tertekuk kesakitan—pastilah seseorang […]

Selengkapnya…