Koran Kompas

  • Saat Ayah Meninggal Dunia
    by Kliping Sastra Nusantara on 16 April, 2018 at 8:16 am

    SAYA bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan lebih menyerupai jarum kepedihan. Kehidupan mendadak lebih menyerupai kematian. Seperti ada yang merenggut paksa lalu menghempaskan saya ke lubang yang lebih kelam daripada kelir malam. Dan induk dari segala sunyi menyambangi.Saat itu tamu-tamu, baik saudara […]

  • Tungku Perkawinan
    by Kliping Sastra Nusantara on 10 April, 2018 at 4:24 am

    Faisal kawin lagi!Macua sampai menurunkan bulang hingga menutup separuh daun telinga. Ia sedang berupaya tuli dari gunjingan yang tak kunjung sunyi. Sejak ketupat masih penuh dalam keranjang sampai ikan gabus hanya menyisakan tulang, kabar anaknya yang poligami masih membahana seantero kampung Sungai Paring. Orang-orang berkicau bagai sekawanan burung pipit di pematang pada musim padi kuning keemasan.“JADI benar Faisal kawin lagi dengan janda beranak satu, Macua?” usut Angah Samsuri […]

  • Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang
    by Kliping Sastra Nusantara on 2 April, 2018 at 4:04 am

    KETIKA pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron, memandangiku. Semula aku kira dia sedang mengantar dan ingin melambai seseorang lain, orangtuanya atau saudaranya atau siapa. Tapi kulihat matanya yang cemerlang tertuju langsung kepadaku dan hanya kepadaku. Saya membayangkan atau mengharapkan dia tersenyum. Bila […]

  • Peri Ayu Lembah Wilis
    by Kliping Sastra Nusantara on 26 Maret, 2018 at 1:01 pm

    35 tahun empat bulan dua hari tiba saatnya Peri Ayu Lembah Wilis menagih janji kepada Lawrence Pasa--begitu ia menamakan dirinya. Sebelumnya, ia menamakan diri Lor Ing Pasar yang berarti “sebelah utara pasar”, sesuai tempat tinggalnya di masa kecil. Pada perkembangannya, ia internasionalisasikan nama tersebut mengikuti kaidah bunyi, atau dalam ilmu bahasa disebut diftong: Lor Ing Pasar menjadi Lawrence Pasa. Berkali-kali ia mengubah nama. Banyak orang tidak tahu nama dia sebenarnya, […]

  • Durian Ayah
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Maret, 2018 at 11:34 am

    DI antara semua pohon yang ditanam ayah, hanya durian yang sampai sekarang belum berbuah. Padahal tangan ayah setahuku cukup dingin. Ia hampir selalu berhasil dalam dunia cocok tanam. Hampir semua tanaman yang mendapat sentuhan tangannya akan jadi subur, menghasilkan apa yang diharapkan. Karena itulah, perihal durian yang tak kunjung berbuah ini menjadi sesuatu yang cukup mengganjal hati ayah.“POHON ini bisa kau anggap adikmu,” ujar ayah sekitar sepuluh tahun lalu. Aku masih SMA […]

Selengkapnya…