Koran Kompas

  • Hikayat Rumah Lanting
    by Kliping Sastra Nusantara on 19 Juni, 2017 at 5:00 am

    ”Kelak, apa yang aku kisahkan ini tinggal menjadi hikayat. Hikayat rumah lanting. Maka catatlah baik-baik setiap perkataan dan kisahku sebelum akhirnya nanti aku menutup mata, dan tak pernah lagi kulihat cahaya matahari pagi atau senja mengapung di sungai dari jendela ini."KAI Badar, yang usianya telah melampaui abad, mulai bercerita sembari berbaring di kasur lepek usang di samping jendela. Di luar, senja kuning mulai luruh. Aku menyiapkan buku catatan, dan meletakkan sebuah tape recorder di […]

  • Masih Meringkuk di Gulita Toba - Menyaring Titah di Partukkoan - Kecut Unte Jungga
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Juni, 2017 at 8:30 pm

    Masih Meringkuk di Gulita Toba1)di sini dulu gulita terancang jangan harap berani berkunjung bintang meski sesekali langit membuka tudung cahaya takkan kunjung kencang dari bait gunung semangat berharap kerap rentan berguncang lenggang mengacir kala menumbang rimba gelanggang sepasang lengan baru berani bergelagat ria kalau merayu kerelaan hantu-hantu dengan ratapan mantra iba gejolak luka-luka tepi belantara akhirnya mau seperti hamparan yang rela […]

  • Tamasya Kota Pernia
    by Kliping Sastra Nusantara on 12 Juni, 2017 at 8:00 am

    Aku sebenarnya tidak ingin membawamu setiap hari tamasya ke dunia ini. Tapi ke mana lagi. Tak ada tempat lain bagiku. Dongeng-dongeng indah yang menawan sudah habis dan kau menolak variasi apa pun, apalagi pengulangan. Ingatanmu kuat, hingga tak bisa kusiasati. Sejak tamat riwayat cerita-cerita, kau selalu saja mengajak bermain ke tempat-tempat baru. Kamar dan rumah tak pernah bisa membuatmu betah. SETIAP pagi, usai kau mandi, berpakaian, dan makan. Usai ibumu berdandan dan berangkat ke […]

  • Cok Bakal - Syajarah - Mendengarkan Kutut Manggung - Perjalanan Lada
    by Kliping Sastra Nusantara on 11 Juni, 2017 at 7:33 pm

    Cok Bakalkarena di perempatan jalan banyak orang hilang arah bertapalah di sini menafsir penjuru mata angin di perempatan jalan para pedagang menoleh kiri-kanan mencari arah rejeki diamlah menebak pembeli di perempatan jalan pemuda bertemu pemudi janji sehidup semati setialah sampai bumi menuntut janji di perempatan jalan bocah-bocah ditinggal bapak hilang arah sabarlah seperti bayang-bayang bujang merangkap […]

  • Lepaskan - Fatamorgana Sagu, 1 - Telukbelitung, Memoriam
    by Kliping Sastra Nusantara on 11 Juni, 2017 at 7:24 pm

    Fatamorgana Sagu, 1dalam tubuhku sagu menggiring. menjalar akar tunjang ke daging. menancap lekat geram ke sungging. meruap harap tekad julang reranting. menancap rasa takdir ke singsing. akulah budak sagu, bersampan mengikuti alir muara, berlabuh ke pelan riuh mendera. mengungkap hidup dari alam resam. berpantun riang di aroma malam. bersirih merah di mulut, cecap asin, pahit, manis, dan pedas ke hulu pikir: puah! tubuhku tubuh […]

Selengkapnya…