Koran Kompas

  • Pena
    by Kliping Sastra Nusantara on 14 Agustus, 2017 at 1:00 am

    SUBUH itu aku dilahirkan di ranjang perjudian. Orangtuaku adalah penjual lotre di sebuah kota kecil. Tante, om, tetangga, dan semua yang dekat dengan keluargaku juga senang berjudi. Saat aku lahir di sebuah rumah sakit, sebuah gelang dilingkarkan di pergelangan mungilku, sebagai tanda aku adalah anak dari ibuku. Gelang itu berisikan angka-angka. Dan semua angka-angka itu dipasang di meja lotre. Tak hanya sampai di situ saja, tanggal lahir, jam dan menitnya pun diikutsertakan. Siapa yang […]

  • Pohon Api
    by Kliping Sastra Nusantara on 7 Agustus, 2017 at 1:02 am

    SEJAK tubuhnya mulai tumbuh, Kekayi sangat sadar akan kekuasaan yang dimilikinya. Kekayi, sangat mengagumi bentuk tubuhnya. Tubuh yang lebih indah daripada sebatang pohon, pohon yang tumbuh dekat jendela kamarnya.POHON itu tingginya 20 meter. Daunnya halus dan rimbun. Tanaman ini memiliki bunga yang sangat indah. Maka banyak orang rebutan memberi nama: flamboyan, delonix regia, royal poinciana. Kekayi lebih suka memberinya nama pohon api.Pohon yang anggun dan seksi. Dan Kekayi merasa tubuhnya […]

  • Bukan Jibril - Pecaron
    by Kliping Sastra Nusantara on 6 Agustus, 2017 at 9:00 pm

    Bukan JibrilDi tepi kali, aku menunggumu. Tapi kenapa yang datang selaluhujan, kelesik dedaunan, dan debur air di antara bebatuan. Kini,rintik air dari langit itu kembali menggaris kesepian. Musik daunanyang dimainkan angin pun semakin menikam kesendirian. Percik airdi batu-batu, serupa roda nasib yang mengekalkan luka kalbu. Akumasih setia pada kitab dan tongkatmu. Entah kau datang nanti atautidak sama sekali, aku akan tetap menunggumu di tepi kali. Tapiizinkan aku menghentikan hujan dari […]

  • Kidung Tunggul Pungur - Selubung Rindu
    by Kliping Sastra Nusantara on 6 Agustus, 2017 at 9:00 pm

    Kidung Tunggul PungurMagribmenyuling gerimisjatuhdari daun ke daunberdentumke batu-batu ngungunmenyiram aksara di nisan.Malammembakar dupabaradari akar ke akarkegelapanpusara kunang-kunang muasal suara-suara mambang. Gusti, kurindukan puisi terukir lagi di daging kering ini terpahat di tulang rapuh ini, dan gemanya, gemanya merajah darah mengaliri nadi agar tubuh ini, o, tunggul pungur ini hidup ini, o, tunggul pungur ini tak sekedar sisa sekarat yang keparat namun bisa menjelma rumah keramat […]

  • Sonetarium - f/1.8
    by Kliping Sastra Nusantara on 6 Agustus, 2017 at 8:00 pm

    SonetariumTak perlu tunggu aku di kalimat terakhir sajak ini.Aku tak berada di sana,dan tak ada di mana-mana.Aku telah mengakhiri diri sendiri jauh sebelum kata pertama.Sajak ini adalah balon yang lepas ke udaradari genggaman tangan kanak-kanakyang ditinggalkan ibunya.Jangan menangis dan tertawabersama sajakku.Aku tak berada di sanadan kau sendirian belaka.Aku telah meninggalkan seseorang sebelum tunai mengantarnya.Sajak ini adalah tiket yang dirobek duademi sebuah tujuan yang tak pernah […]

Selengkapnya…