Koran Lokal

  • Pembicaraan Keluarga
    by Kliping Sastra Nusantara on 28 Maret, 2017 at 1:20 am

    AKU ikut duduk malam itu, hujan baru saja reda, suara jangkrik di luar sana terdengar jelas di telinga. Di ruang itu, kakek masih duduk sedikit menunduk, paman Ibrahim sesekali mengelus jenggot di dagunya, dan bapak masih saja duduk dengan putaran tasbih di tangannya. Ibu dan adikku datang membawa beberapa gelas teh.Ada pembicaraan panjang malam ini, ada sesuatu yang mesti disepakati dan mesti dirampungkan. Selepas gelas-gelas teh itu dibagi ke semua yang ada di lingkaran itu, Ibu ikut duduk […]

  • Kunang-kunang Dini Hari
    by Kliping Sastra Nusantara on 21 Maret, 2017 at 3:00 am

    MASIHKAH kau mengingatnya? Atau sekadar terbayang akan dinginnya cuaca menusuk tubuh kita pada saat-saat yang sudah lama? Berdua kita jadi penikmatnya. Menghirup udara yang belum sempat terkontaminasi oleh asap rokok, asap kendaraan, juga limbah udara dari pabrik-pabrik yang kini hilang entah ke mana. Aku selalu ingat, sebagaimana kau memintaku untuk selalu mengingatnya. Sampai detik ini.Kita adalah suara-suara yang tak terbahasakan. ”Bukankah kau pandai berkata-kata?” ucapmu, […]

  • Dengkur Babi
    by Kliping Sastra Nusantara on 28 Februari, 2017 at 10:10 am

    SETELAH menggasak ladang singkong milik Pak Kobot, sekawanan babi hutan duduk mengaso di bawah pohon trembesi. Perutnya yang buncit tergolek di atas dedaunan kering. Dari atas pohon trembesi bulan mengintip dari celah-celah daun. Sebentar-sebentar terdengar bunyi sendawa dan kentut babi yang sember seperti ember pecah. Bagaimana tak bersendawa, berbatang-batang singkong telah menjejali perutnya yang gendut seperti karung goni. Bayangkan, dalam waktu kurang dari dua jam—antara magrib dan […]

  • Cinta Ibu
    by Kliping Sastra Nusantara on 6 Februari, 2017 at 1:27 pm

    ENTAH sudah berapa kali ibu menyuruhku pulang tapi aku tak pernah menurutinya, meski permintaan itu dengan alasan kangen sekali pun. Gambaran tentang kedekatan ibu dan anak perempuannya tidak terjadi pada kami. Sebenarnya aku tidak pernah menghendaki begitu karena kenyataannya dulu kami akrab, terlebih menjelang dan sesaat setelah ayah pergi untuk selamanya.  Ayah meninggal menjelang kelulusanku dari SMU. Sejak saat itu aku dan ibu kompak menjalani hidup hanya berdua saja. Saat mencari […]

  • Tawil
    by Kliping Sastra Nusantara on 25 Oktober, 2016 at 3:14 pm

    TUBUH lelaki itu tambun dan tinggi. Kacamata minusnya bulat tebal, bertengger di hidung jambunya yang gempal, dan menutup matanya yang sipit. Setiap kali bicara,  suaranya terdengar sengau sambil tertawa atau mungkin lebih tepat disebut senyum. Dan ia selalu melapor entah kepada siapa kalau melakukan sesuatu. Misalnya kalau ingin tidur di ruang kosong sebelah, sambil tertawa dengan suara sengaunya, ia berkabar kepada orang-orang di ruangan. “Ah ngantuk,” katanya menguap. […]

Selengkapnya…