Koran Tempo

  • Celeng
    by Kliping Sastra Nusantara on 19 Juni, 2017 at 2:00 am

    SEJAK duduk di kelas satu sekolah dasar, Nina gemar menggambar celeng. Anak kami semata wayang itu menggambar celeng hampir setiap hari. Padahal, kami keluarga muslim. Bagi kami, celeng adalah hewan yang najis, bahkan kadar najisnya mugholladhoh. Di kampung kami, semua warga juga muslim. Dan bagi keluarga-keluarga muslim. Dan bagi keluarga-keluarga muslim, celeng sangat menjijikkan. Jangankan makan daging celeng, menyentuh atau tersentuh kulit celeng saja dianggap sial. Pendek kata, celeng […]

  • Menyambut Umar
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Juni, 2017 at 7:06 pm

    Aku mendengar kau tiba di kota ini, bagai seekor  macanmenyendiri. Ada rindu diiris lolongan anjing dini hari, terbenamalunan serunai ditiup seseorangPenjaga kota setengah mengantuk mengeja katamu"Besok pagi, yakinlah kita masih minum kopi"setelah perang, suara itu berdiam di lorong waktuOrang-orang berderap saat waangi arabika meruapbumi muntah gas dan minyak mendidihlalu seua menguap dalam tipuan yang sedihKau berbisik, "Aku Umar, seorang teuku. Adakah kau tahu?"tak seorang warga bangkit […]

  • Nujuh Likur
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Juni, 2017 at 7:04 pm

    Anak-anak itu memukul bulan pada sayak-sayak itumenjelma tarian pada bara yang memancar di setiap kepingnyaTungku-tungku menghidangkan ayat-ayatyang menembus seribu purnamaOrang-orang mengunyah mantra-mantrapada lemang dan tapai pada malamnyaSuara tetabuhan menghantar ke sepertiga malamhingga serak dendang bertalu dalam kelamDepok, 5 Juni 2017Sayak (Bahasa Bengkulu): batok kelapa/tempurungPuisi-puisi di atas dikutip dari buku Ziarah Sunyi yang diluncurkan dalam acara tadarus puisi religi di […]

  • Terbakar
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Juni, 2017 at 7:02 pm

    Telah turun api membakar langitGunung dan pepohonan terbakarLembah dan ladang terbakarKau dan aku terbakarTapi langit tak runtuhGunung dan pepohonan tak hangusLembah dan ladang tak hancurKau dan aku tak jadi debuApi yang garangDatang membersihkan langitMerapikan gunung dan pepohonanMenghijaukan lembah dan ladangMelebur dosa kau dan akuYang datang api cintaTurun atas kemurahan NyaBanda Aceh, 8 Mei 2016Puisi-puisi di atas dikutip dari buku Ziarah Sunyi yang diluncurkan dalam acara tadarus puisi […]

  • Ziarah Senja
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Juni, 2017 at 7:00 pm

    masih kudengar salawat bunga-bungayang tertabur pada gundukan makan ibusalawat mawar, salawat melati, salawat kenangasalawat kantil dan kemangi. Semboja di rantingnyapun menyahut dengan guguran kelopak bunga: semoga Ibu pulas tertidur  dalam safaat Baginda Rasul  sampai hari kebangkitan  membangunkan Ibu  untuk menemui Kekasih  yang paling engkau Rinduburung-burung di pohon akasiaturut berdoa bagi penghapusan dosadan rumputan di seputaran pusaramengaminkan pelipatan […]

Selengkapnya…