Media Indonesia

  • Via Dolorosa sang Bhikkhu
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 April, 2018 at 6:57 am

    AKU berpapas dengannya di tikungan Gandawyuha relief Candi Borobudur pada sebuah pagi di awal musim hujan. Gerimis lembut turun di permulaan hari yang jernih itu. Ia sedang menatap panil nidanaparivarta yang memperlihatkan Buddha berada di Jetavana bersama muridmuridnya. Ia menolehku, mengangguk sopan, dan sedikit senyum tersungging di bibirnya yang pucat. Bahu kanannya terbuka sudah basah oleh gerimis, pun jubah kashaya1 sewarna tembaga tanpa klem yang melilit tubuh kuningnya. Tetapi […]

  • Midoghforte Sebuah Tempat tidak Biasa - Midoghforte Mereka-reka Perjumpaan - Midoghforte Mereka Baru Tiba - Midoghforte Kejujuran yang Melukai - Midoghforte Berkeliaran di Bukit-Bukit
    by Kliping Sastra Nusantara on 15 April, 2018 at 10:00 pm

    MidoghforteSebuah Tempat tidak BiasaAku lupa mencatatnya pada musim hujan di kotamuada lelaki bertopi angsa bermain biola di pojokpedestrian taman kota ada kolase peristiwa tumbuhketika istri menanak sepatu bot di atas tempat tidurdi meja makan anak-anak meninggalkan silsilah ibumelacak kaki-kaki di lantai batumenunggu anjing-anjingtiba dari kebun belakang lalu koran dibekukan hujandan kau baca ulang berita melubangi tubuhperempuan dalam tipografi puisi mungkin lelakidi balik pintu terkunci […]

  • Apakah Ia Harus Mengunci Pintu?
    by Kliping Sastra Nusantara on 9 April, 2018 at 1:00 am

    LELAKI itu berdiri di depan pintu, menciptakan bayang-bayang dari cahaya yang demikian panjang. Seperti waktu. Lama ia merenung. Ragu antara berkata ya atau tidak kepada dirinya sendiri. Apakah aku harus menutup pintu? *** Dalam suatu masa yang pernah Trojan yakini bahwa ia pernah melampauinya, di tahun yang pernah lewat, ia pernah menuliskan mimpi menjadi seorang pelukis. Namun yang terjadi justru ia terus menerus menangis. Usianya ketika itu 8 tahun dan ia sering jadi olokan […]

  • Gadis yang Membungkus Hujan
    by Kliping Sastra Nusantara on 26 Maret, 2018 at 7:24 am

    SETIAP kali kau melewati perbatasan antara JemberBondowoso ini, ketika hujan baru saja berhenti, kau akan menemukan seorang gadis kecil sedang memungut sisa hujan, lalu kau akan melihat gadis itu memasukkannya ke dalam sebuah kantong plastik bening. Ketika hujan itu sudah terbungkus, hujan itu masih saja bergerak seperti hujan pada umumnya yang jatuh beramai-ramai ke bumi. Maka seperti itulah, setiap kali turun hujan, gadis itu akan setia menunggu di lereng bukit, sampai hujan berhenti. […]

  • Jogja tanpa Batas - Merelung dalam Doa - Terbitlah Laksana Surga - Terabaikan - Rasa yang Pernah Ada - Rindu
    by Kliping Sastra Nusantara on 25 Maret, 2018 at 10:00 pm

    Jogja tanpa BatasKenanganku terpukau dalam ingatanIni bukan sekadar lagu sayonaraMungkin ini menyesak di dadaNamun Jogja tak pernah tinggal kenanganLagi....lagi......dan lagiKeinginan yang tiada hentiBatas pun terlewatiKuraih harapan yang pergiBagaikan asap yang mengepulTelah berada dalam genggamankuDiriku kini menyendiriHidup penuh dengan bebanTepat di hadapan segilintir manusiaMelihatku penuh ibaBersandar lemas tiada dayaHingga kepala meremas pikiranTanpa sehelai tutur bahasaKu pendam […]

Selengkapnya…