Media Indonesia

  • Bulan yang Menelan Kekasihku
    by Kliping Sastra Nusantara on 23 Oktober, 2017 at 5:49 am

    SEPERTI telah diceritakan dalam kisah yang lebih panjang, tentang sebuah bangku kereta yang selalu kosong, meski ada dalam catatan manifest kereta bahwa kursi itu tiketnya telah terbeli oleh sepasang suami istri. Pasangan yang sama, dari hari ke hari dari tahun ke tahun selalu tercatat sebagai penumpang kereta tersebut dengan nomor gerbong dan kursi yang sama. Tapi bila engkau mendatangi kursi tersebut, engkau hanya akan mendapatkan kursi kosong. Gerbong enam, dengan nomor kursi dua puluh […]

  • Jembatan Charles dan Cerita Pendek tentang Senja
    by Kliping Sastra Nusantara on 16 Oktober, 2017 at 8:30 am

    “SUATU saat nanti ... dalam keadaan yang tak pernah kita tahu, kita pun akan belajar meninggalkan.” Dan wanita itu pun pergi, meninggalkan kekasihnya. Tepat pukul 5 sore. Ketika senja jatuh di kedua mata mereka. Ketika matahari mulai meredup dan menghasilkan siluet bangunan kota yang menakjubkan. Tak ingin kalah, lampu-lampu di jembatan tua ini pun ikut menghasilkan cayaha, menambah kehangatan bagi orang-orang yang berada di sini, di Jembatan Charles, Praha. Tapi serumit apakah […]

  • Sajak Musim Kemarau - Rahim Doa - Wajah Pagi - Waktunya Malam - Sepotong Kisah Pengembara - Pagi Melintas - Pembisik Hati - Arji’ - Tetesan Air
    by Kliping Sastra Nusantara on 15 Oktober, 2017 at 10:00 pm

    Sajak Musim KemarauDi buku halaman pertamaDalam dekapan aksara-aksaraKita akan kekalKita menikmati kasihnyaMemainkan kemarau panjang yangTelah menampung dukaPara petani di balik jendelaSambil memandangi tanah-tanahYang menampakan keretakannyaAngin bukan saja menjatuhkan dedaunanMelainkan memainkan rasaMenaik turunkan harapan dan doa-doaUntuk bergerakMengubah duka menjadi senyumDi wajah peramu cintaPurwokerto, Agustus 2016Rahim DoaAku pernah kau ajakMengunjungi luka di luar taman […]

  • Lelaki Bertato Burung Hantu di Dadanya
    by Kliping Sastra Nusantara on 9 Oktober, 2017 at 4:53 am

    INI pertama kali bertemu dengan lelaki itu. Lelaki bertato burung hantu di dadanya. Bertemu di sudut cafe di suatu malam bergerimis. Ia menawarkan satu gelas bir ketika aku duduk di sebelahnya. Dua buah kancing kemeja putihnya dibiarkan terbuka. Saat itulah melihat tato burung hantu di dadanya. “Mengapa memberiku satu gelas bir?” Ujarku sembari mengikat rambut jagungku. Ingin memamerkan leherku yang jenjang. Aku tertawa dalam hati. Bisa-bisanya menyukai dirinya pada pandangan […]

  • Jerit Anak Pepohonan - Bara Terakhir di Mulut Bidadari - Di Matamu Aku Tertidur - Tujuan Hidup - Aku Tak Ingin Kau Cepat Mati
    by Kliping Sastra Nusantara on 8 Oktober, 2017 at 10:00 pm

    Jerit Anak PepohonanKami harus bagaimana lagiSupaya hidup ini tak ada dukaLihatlah manusia-manusia ituWajahnya enak dipandangTetapi hatinya penuh kekejamanPerkampungan kami semakin hari semakinngeriMendengar mesin mengaum, wajah kami pasiKami tidak bisa lari, diam pasrah menunggumatiAyah-ayah dibunuh hingga ke akarnyaIbu-ibu dibelah tanpa ampun tubuhnyaBujang-bujang di kampung ketakutanGadis-gadis histeris menjaga keperawananKami harus bagaimana lagi, Tuhan?Hanya pada-Mu kami curhatkanLihatlah […]

Selengkapnya…