Republika

  • Yang Datang Malam Hari
    by Kliping Sastra Nusantara on 9 April, 2018 at 9:00 am

    SEORANG penyair terburu-buru masuk ke dalam rumahnya ketika malam sudah berada di ujung paling sunyi. Ia langsung masuk kamar dan cepat sekali mendengkur. Namun, di antara sunyi itu, samar-samar didengarnya pintu rumahnya diketuk-ketuk. Keras sekali. Kasar. Entah oleh siapa.Pelan-pelan ia membuka matanya. Namun, tubuhnya masih telentang di atas kasur. Di telinganya masih terngiang, ketukan di pintu itu terdengar jelas karena jarak kamar tidur dengan pintu rumahnya tidak begitu jauh.Di antara […]

  • Dari Balik Jendela
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Maret, 2018 at 1:18 pm

    ADALAH aku, salah seorang yang selalu menantikan sore tiba. Akan bahagia ketika melihat ujung-ujung pohon berwarna kekuningan. Tapi yang sebenarnya paling kusukai dari senja ialah ketika ada sosokmu di tiap jengkal hidupku. Walau kenyataannya kisah itu sudah terlalu usang untuk dibahas.Lalu … biarkan saja tetap kugenggam setiap kenangan yang pernah ada. Yakni tentang kejora di ufuk barat yang berwarna jingga. Yang seolah selalu menarikan aksara-aksara indah untuk setiap pertemuan […]

  • Kakek tidak akan Mati
    by Kliping Sastra Nusantara on 13 Maret, 2018 at 3:30 am

    Kakekmu tidak akan mati, kata nenek.***SEJAK kanak-kanak, aku sudah percaya bahwa semua manusia akan mati tanpa terkecuali. Mula-mula aku percaya karena ustaz di tempatku mengaji selalu berbicara soal kematian. Mati, akan mati, dan sungguh manusia akan mati.Kemudian, kepercayaanku bertambah seratus kali lipat saat ibu meninggal di depanku–saat umurku belum genap tujuh tahun–karena penyakit yang tidak diketahui. Dua tahun sebelumnya, bapakku meninggal karena tenggelam di laut saat […]

  • Seratus Tahun Berlari
    by Kliping Sastra Nusantara on 6 Maret, 2018 at 1:00 am

    SUDAH tujuh hari, tujuh malam, ia terus berlari. Kakinya semakin ringan untuk melangkah. Tenaganya tidak juga habis. Pria itu hanya berhenti untuk minum dan makan. Itu pun jika ada seorang yang dengan rela memberi.Kalau tidak ada, ia hanya minum. Dan itu sudah cukup baginya. Ia tidak ingin hidup manja atau terikat seperti kebanyakan orang. Ia ingin bebas dan terlepas dari segala belenggu pikiran serta kenyataan hidup yang pelik: tagihan listrik, tagihan air, dan segala beban hidup lainnya. […]

  • Yang Terpenjara Waktu
    by Kliping Sastra Nusantara on 27 Februari, 2018 at 5:41 am

    “SINI, Nak,” senandungku. “Duduk di pangkuan. Ayo kita bercengkerama tentang hal-hal manis, seperti gula-gula, sejumput awan dan senyum ayahmu. Cerita-cerita yang akan membuat harimu lebih renyah. Ayo, buka matamu, bangkit dari tempat tidur.”Kutatap Limara yang belum membuka mata. Memang bagaimanapun juga hari masih terlalu pagi. Baiklah, kumulai saja ceritanya, kita tak ada waktu seharian. Dan apa yang lebih penting untuk diceritakan pada seorang anak, selain asal […]

Selengkapnya…