Republika

  • Gerombolan Kupu-Kupu
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Juni, 2017 at 4:00 am

    Mardi duduk termangu di kursi makan, menatap lurus ke tudung saji di hadapannya. Ia menerka-nerka makanan apa yang dimasak istrinya pagi ini. Tangannya mengangkat tudung saji dan menemukan sepiring tempe tanpa sambal dan sayur daun ubi rebus. Mardi mengembuskan napas kuat. Raut wajahnya menunjukkan rasa tidak suka pada hidangan di atas meja.Menu itu lagi. Hampir sepekan menu tidak pernah ganti. Lidahnya sudah bosaan dengan rasa tempe bau tengik dan daun ubi yang terasa pahit. Namun, ia memaksa […]

  • Pergi ke Bukit
    by Kliping Sastra Nusantara on 5 Juni, 2017 at 1:00 am

    KAYAH menyeka keringat di dahinya. Di kakinya berpijak, kini terhampar sepetak lahan yang hampir selesai ditanam. Mujur baginya karena telah menemukan seeorang yang bisa disewanya untuk membajak ladang peninggalan orang tuanya itu dua hari lalu.Kayah berharap, anak laki-laki satu-satunya masih bisa menemaninya di ladang. Apa lacur, ia tak bisa menahan keinginan anaknya untuk berangkat. Kenyataan itu serupa dengan apa yang dihadapinya setahun lalu saat Dali memutuskan keluar dari sekolah dengan […]

  • Masjid Wali
    by Kliping Sastra Nusantara on 30 Mei, 2017 at 3:37 pm

    PERTUNJUKAN orkes dangdut sangat meriah. Pentas digelar di halaman depan rumah Haji Wahdi, pesta khitanan putra bungsunya. Penyanyi semok berkostum seksi mendendangkan tembang dangdut koplo goyang rancak. "....Gak mau pulang, maunya digoyang. Gak mau pulang..., eh, eh, Bang Jono, lama abang gak pulang-pulang..."Penonton beragam usia menonton dengan antusias. Barisan teruna ngibing berjoget dangdut beragam gaya khas. Ada yang angguk-angguk kepala, geleng-geleng, geol bokong sampai cukup goyang […]

  • Koran Ahad
    by Kliping Sastra Nusantara on 23 Mei, 2017 at 3:00 am

    KOSWARA menatap lekat tulisan itu. Sebuah puisi berpigura, tampak semakin lusuh dimakan usia. Istri juga keturunannya sering bertanya ihwal puisi tersebut. “Mengapa harus puisi? Mengapa tidak lukisan saja, Bah?” tanya anak perempuannya, dulu.Seperti biasa, ia hanya tersenyum bila mendapati pertanyaan seperti itu. Alih-alih berpanjang lebar menjelaskan layaknya dosen sastra, ia hanya berkata, “Puisi kan bahasa jiwa. Ya, Abah mah suka aja.”Dan pagi itu adalah hari Ahad. Koswara sedang […]

  • Bulan Memanggil Ibu di Langit
    by Kliping Sastra Nusantara on 15 Mei, 2017 at 11:37 pm

    Ambilkan bulan, BuAmbilkan bulan, BuYang slalu bersinar di langitDi langit bulan benderangCahyanya sampai ke bintangAmbilkan bulan, BuUntuk menyinari Tidurku yang lelap di malam gelapJIKA rindu pada ibunya yang sudah meninggal, gadis kecil itu pasti berdiri di teras rumahnya. Mematung. Menatap langit yang hitam, lalu menyanyikan lagu "Ambilkan Bulan, Bu". Suaranya pelan. Air matanya berlinangan.Rindu pada ibunya itu selalu datang di pusar malam, ketika malam benar-benar sepi dan terasa […]

Selengkapnya…