Republika

  • Subuh yang Berkesan
    by Kliping Sastra Nusantara on 17 Oktober, 2017 at 8:00 am

    PANDANGANNYA sedikit berputar-putar. Jalanan yang biasanya tampak lurus, kini terlihat berkelok-kelok. Membuat motor yang ia kendarai bergerak ke kiri dan ke kanan tanpa ada sebab. Tampaknya dua botol minuman keras tadi masih mempengaruhi kesadaran Kardi.“Sialan,” umpatnya. Saat merasakan kandung kemihnya bergejolak meminta hajatnya. Dia menggerutu menyumpahi diri sendiri yang terlalu banyak minum. Malam itu ia memang berhasil menang dalam permainan kartu, sehingga bisa minum […]

  • Kekasih Baru
    by Kliping Sastra Nusantara on 9 Oktober, 2017 at 1:30 pm

    SEANTERO Kampung Staman digegerkan oleh kabar tentang seorang pria yang mengaku telah mengencani Angelina Jolie, aktris Hollywood yang baru meluncurkan film baru garapannya, First They Killed My Father.Namanya Pidil, 45 tahun, tinggal sebatang kara di sebuah rumah berukuran tiga kali tiga meter.“Si Pidil?”“Ya, si Pidil.”“Lajang karam itu?”“Ya.”Meski belum sekalipun menyaksikan secara langsung, warga Kampung Staman tetap mengamini kebenaran kabar […]

  • Membakar Langgar
    by Kliping Sastra Nusantara on 3 Oktober, 2017 at 3:00 am

    KOSIM mengumpulkan warga. Ketika mereka sudah berbondong-bondong datang, dipandangnya lekat-lekat orang yang berjejer itu. Kosim menghela napas. Lalu tangan kanannya yang sudah membawa oncor membuat kuda-kuda untuk melemparkannya.“Karepmu opo, Sim, gawe geger deso bengi-bengi (Maksudmu apa, Sim, membuat gaduh malam-malam).” Seorang bapak menatap tidak suka pada Kosim. Benci.“Koe pengen kuwalat bakar tempat iki? ngerti, ora!(Kamu ingin mendapat azab dengan membakar tempat ini? […]

  • Ramdhan
    by Kliping Sastra Nusantara on 25 September, 2017 at 1:50 am

    (Habis)“BAGUS, Ramdhan. Kamu menyerahkannya tepat waktu. Utusan dari kantor pusat akan mengambilnya sekitar lima menit lagi.” Kata atasan Ramdhan dengan wajah semringah. Ramdhan berusaha tersenyum juga. Tapi, jelas dia bukan aktor yang baik.“Ini ada sedikit…” kata atasannya sembari menyodorkan amplop cokelat.Ramdhan tampak kebingungan. Tangannya belum bergerak menyambut amplop itu.“Sekadar ucapan terima kasih atas kinerja baik kamu di kantor. Sebentar lagi […]

  • Ramdhan
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 September, 2017 at 3:00 am

    (Bagian 1)RAMDHAN sedang berdiri di dalam sebuah bus Transjakarta saat ia melihat seorang lelaki berkulit kelam memasukkan tangannya ke dalam tas orang yang berdiri di dekatnya. Seketika detak jantung Ramdhan berdegup kencang. Orang ini harus dihentikan. Bagaimanapun caranya.Skenario pertama yang terlintas dalam benaknya adalah ia berteriak “Copet!”, lalu semua orang akan beramai-ramai menangkap orang itu. Tapi bagaimana jika semua orang tak mau berurusan dengan hal seperti ini? […]

Selengkapnya…