Suara Merdeka

  • Anjing dan Sebuah Nama
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Februari, 2018 at 9:48 am

    MESKI pengemis, aku cukup punya belas kasihan. Setahun lalu, aku melihat seekor anak anjing kurus, ceking, tertidur lemas di pinggir jalan. Segera kubawa anak anjing itu ke gubukku di bawah kolong jembatan. Dia kuberi nama Koruptor. Hari demi hari kurawat Koruptor sepenuh hati. Pagi hari, sebelum bekerja, kumandikan Koruptor dan kuberi makan seadanya. Kami makan berdua. Baru setelah itu aku berangkat kerja. Acap kali Koruptor mengikuti aku. Namun belum genap sebulan, Koruptor […]

  • Istri - Selamat Datang Hujan - Fotografer - Syekh Jangkung - Putung Rokok
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Februari, 2018 at 8:48 pm

    IstriTak ada yang melibihi cantik atau keindahanSelain wajahmu, istriSiang-malam kukulum kasih sayangMeresapkan ketenteraman di hatiKau tulang rusukku, istriMendayung cinta bersama di samudra cinta: anak-anak adalah cahaya kitaKudus, Februari 2018Selamat Datang HujanSelamat datang hujan, angin berjingkat padamusim yang bergantiWaktu masih selalu berputar sebagaimana jamdinding itu, mengisyaratkan usiaMerangkak di bait-bait cinta di debur rindumenuju ke kedalaman puisiMenyemai kisah-kisah air […]

  • Suatu Malam di Rumah Sakit
    by Kliping Sastra Nusantara on 13 Februari, 2018 at 4:51 am

    KALAU tidak terlalu lelah, seseorang tak akan tidur di bangku panjang kayu jati tua itu. Tidur dalam posisi terduduk pula. Tak menghabiskan ruang karena kursi itu bisa diduduki empat orang dewasa. Orang tak akan betah berlamalama duduk di kursi model balok tipis panjang membujur itu. Kelewat lama duduk membuat pantat seseorang tercetak bergaris-garis, meski dia sudah lima langkah berlalu. Namun bagi Uky, cukuplah tidur sejenak. Meski cuma tidur-tidur ayam, sambil doyong kekanan-kiri […]

  • Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo’lo’an - Dapur - Migrasi Desa - Pintu Kamar - Ingin
    by Kliping Sastra Nusantara on 11 Februari, 2018 at 6:30 pm

    Jarum-Jarum Gerimis dari Langit Palo’lo’anbening runcingmu merajah pagiderap lirih di bunga sepatumenumis tanah dan rumputandengan dingin yang mengekal,basah benang airmuserabutan berkawin rambutmenyaruk sanggul akar di kulit kepalabisikkan umur langit yang semakin tua,kau datang berpengantin anginaku dan ibu dicucup heningsepetak harap di sepasang telapak tangandiangkat bertangkup sebagai doasemoga lekas redasemoga rencana selamat di jalan basah.Palo’lo’an, […]

  • Hujan Cahaya
    by Kliping Sastra Nusantara on 5 Februari, 2018 at 5:58 am

    SAIF Rohmah namanya. Namun kalangan pesantren dan masyarakat Bojonegoro memanggil dia Gus Saif. Dengan perawakan gagah dan rambut gondrong, Gus Saif tampak sangar. Namun dia rendah hati, sangat rendah hati, dan suka humor.Dia mengelola pesantren warisan dari Mbah Abu Darrin, yang diwariskan kepada ayahanda Gus Saif, Mbah Dimyati Adnan. Sekarang Pesantren Abu Darrin mendidik ribuan anak bangsa dari berbagai kota serta masyarakat sekitar sebagaimana pesantren umumnya. Upaya besar itu didukung […]

Selengkapnya…