Suara Merdeka

  • Lelaki Itu Ingin Salat Id di Kampung Kelahiran
    by Kliping Sastra Nusantara on 20 Juni, 2017 at 3:00 am

    PERIH! Itulah yang dia rasakan setiap kali menjelang lebaran. Sekarang, sudah dua puluh kali lebaran sejak dia menghilang. Dua puluh kali lebaran pula dia tak pernah pulang. Padahal, setiap kali lebaran menjelang, kerinduan selalu memberual.Jauh dari kampung halaman, rasa sepi mengecambah, lalu pelan-pelan membelukar. Dan setiap kali lebaran, dia tersesat dalam belukar kesepian. Dia merasa tak berarti, merasa sia-sia.”Pulanglah. Telah kelewat lama kau lari.”Desakan ingin pulang makin hari […]

  • Angpau - Oen - Lawang Sewu - Gereja Blenduk
    by Kliping Sastra Nusantara on 18 Juni, 2017 at 6:30 pm

    AngpauTanda kasih ini dari yang kaya kepada yangtak berpunya. Untuk memperpanjang hariUntuk merayakan hati. “Ada tahun yangmenunggu, tak sabar menemuimu.”Lirih mereka mengucap terima kasih.Tanda sayang ini dari yang dewasa untukyang masih belia. Agar mereka percaya bahwamasa depan selalu terbuka. “Jadikan almanaklama sebagai batu loncatan bagi niat baikdan harapan.” Mereka tersenyum dengantatapan sebening embun.Tanda cinta ini dari yang perkasa kepadakaum yang lemah. Berharap mereka […]

  • Mata Ratri
    by Kliping Sastra Nusantara on 13 Juni, 2017 at 2:00 am

    DI dunia ini akan selalu ada mata-mata yang mampu membuatmu menggigil. Mata-mata itu akan menatapmu hingga langit seolah memburam seketika, dipenuhi mendung yang bergulung. Ketika mata-mata itu menatapmu atau matamu yang menatap mata-mata itu, beberapa detik saja, jiwamu akan seperti dihujani gerimis yang runcing yang semakin lama semakin membabi buta, seperti ribuan jarum beku yang menelusup ke pori tubuhmu.Membekukan darah dan belulangmu. Membekukan saraf dan ingatanmu. Itu akan dingin. […]

  • Sepenggal Jalan Anakku - Ayah - Kisah dari Tanah Ngarai - Ambang Batas
    by Kliping Sastra Nusantara on 11 Juni, 2017 at 8:00 pm

    Sepenggal Jalan Anakku: gemintang dhewasepenggal jalanmu masih aku simpandi sela detak napas yang mulai rapuhsesal dan doa acapkali merebutnyamenjelma air matamengalir bersama serpihan gelisah lainnyamenuju samodrajiwakinasih,usiamu telah sampai pada titiksepenegak langitangin di rambutmu juga tak henti berderaimenyerta langkah dan pandangmengurai jejak yang kau tinggalkanmaka izinkan sepenggal jalanmumasih tetap aku simpanagar sujudku tetap berkalamSemarang 2016Ayah: almarhum chamim […]

  • Hujan, Mendoan, Kopi, dan Rindu yang Belum Tandas
    by Kliping Sastra Nusantara on 5 Juni, 2017 at 11:45 am

    BAGI Mas Agus, tidak ada di dunia ini yang mampu menggetarkan hatinya, menyerikan wajahnya, menaikkan tinggi-tinggi sudut bibirnya — hingga giginya yang putih itu cukup untuk membuatmu menutup mata — melambatkan sekelilingnya, kecuali sepiring mendoan. Bahkan perempuan seayu dan sebahenol Mpok Neuneu pun tak cukup untuk menampik kebengongan Mas Agus dari secuil mendoan sekalipun! Padahal, orang-orang akan seketika berhenti beraktivitas dan menganga setiap kali Mpok Neuneu lewat menjajakan […]

Selengkapnya…