Suara Merdeka

  • Seekor Ikan Mencintai Kucing
    by Kliping Sastra Nusantara on 17 April, 2018 at 10:06 am

    IA menjilat kaki depannya seusai menyantap ikan pemberian majikan. Lalu, melangkah menuju halaman sambil berbaring ke arah cahaya matahari. Matanya mengerjap. Silau. Makhluk manja itu mengeong sepanjang hari. Penghuni rumah terlampau sibuk hingga tak sempat menggubris dua penghuni tambahan. Sasa bermain dengan boneka juga rumah-rumahan, Nyonya Elma sedang bergosip dengan teman arisan di ruang tamu, sementara Tuan Hitler menerima telepon dari seseorang. Ia mojok sambil berbisik dengan lawan […]

  • Surga - Neraka - Mencari Kacamata - Ibu Suka Bersolek
    by Kliping Sastra Nusantara on 15 April, 2018 at 7:00 pm

    SurgaAku punya teman sekolahNamanya AbdullahAyahnya suka bercerita tentang surgaKatanya surga itu tempat berfoya-foyaDi surga ada banyak bidadariYang cantik jelitaYang siap melayaniDengan lembut dan mesraDi surga tak ada rasa bosanKapan saja bisa makanSemua menu kesukaanTanpa takut kekenyanganAbdullah tiba-tiba menangis dan tertawaKarena ayahnya tidak tahu letak surgaAku hanya terpanaKarena menangis dan tertawa sama saja.Kudus, 2017NerakaAku punya teman ngajiNamanya AhmadiAyahnya suka bercerita […]

  • Taraji, Oh Taraji
    by Kliping Sastra Nusantara on 10 April, 2018 at 1:30 pm

    Tak mudah memang menjadi lelaki idealis. Setelah terusir dari keluarga lima tahun lalu, kini Taraji kerap memikirkan perkara yang realistis. Misalnya, pulang ke rumah. Namun egonya terlalu besar, sehingga Taraji memutuskan bertahan. Pulang? Tidak. ”Aku hanya akan jadi bahan olokan Bapak jika pulang. Lebih baik aku mati kelaparan di sini,” gumam Taraji. Lima tahun lalu, Taraji berdebat dengan sang bapak. Taraji ingin meneruskan sekolah di kota, sedangkan Bapak ingin Taraji […]

  • Dari Balik Jendela
    by Kliping Sastra Nusantara on 2 April, 2018 at 7:58 am

    DARI balik jendela ini — yang berkaca gelap tetapi cukup terang bila orang memandang dari dalam, sebaliknya buram bahkan hanya gelap bila memandang dari luar —mataku terus awas menatapmu. Semestinya aku keluar membawakanmu secangkir kopi, seperti kebiasaanku menemanimu duduk bersebelahan atau berdua di kursi panjang itu. Namun, kali ini, aku hanya berdiri di sini, mengamati. Memang aku dari dapur. Berulang kudengar uluk salammu di pintu pagar semasih aku di kamar. Dengan dada […]

  • Surat untuk Tegal - Dalam Dzikir Rinduku - Senja di Bulu Matamu
    by Kliping Sastra Nusantara on 1 April, 2018 at 7:00 pm

    Surat untuk TegalKutulis surat ini, ketika suaramusudah tak dapat kudengar, ketikalangkahku menjauh. Sedangkan suaraparaumu hanya memantuldi dinding-dinding gedungyang gigil oleh angin malam.Tapi sungguh, kelak entah kapan,aku akan datang lagi kepantaimu yang (meski muram)masih menyimpan berlaksakenangan yang kusimpandi ruang ingatan paling dalam.Lampu-lampu kota yang terpasangdi setiap sudutnya sungguhmenyilaukan mata, seolah-olahingin berceloteh tentangambisi para penguasa. Aku hanyaterpaku […]

Selengkapnya…