• Menangkap Kematian
    by Kliping Sastra on 4 November, 2019 at 10:34 am

    SURAM yakin bahwa kematian sudah ada sebelum kehidupan. Entah bentuknya seperti apa, ia begitu percaya bahwa kematian itu bisa ditangkap. Hantu saja bisa ditangkap, apalagi kematian? Bukankah hantu adalah produk kematian? Begitu batinnya. Ya, Suram sudah berulangkali berupaya menangkap kematian. Ia pernah melompat dari tebing batu. Di bawah tebing itu adalah batu-batu lancip yang siap […] The post Menangkap Kematian appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Perjanjian Terakhir dengan Mbaureksa Gunung Bogang
    by Kliping Sastra on 31 Oktober, 2019 at 12:52 am

    GUNUNG Bogang. Disebut gunung. Tetapi, secara fisik lebih tepat dipandang sebagai sebuah bukit. Tak jauh dari rumah saya. Lebih tepatnya rumah kakek-nenek saya, tempat saya lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak. Berkali-kali nenek mengulang cerita yang sama. Oh, bukan cerita. Hanya penggalan-penggalan kisah. Yang tampaknya diterima secara turun-temurun dari nenek moyang. Bahwa, pada zaman dahulu, air […] The post Perjanjian Terakhir dengan Mbaureksa Gunung Bogang appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Prof Pagob
    by Kliping Sastra on 28 Oktober, 2019 at 2:06 am

    SENYUM Profesor Pagob berulang kali mengembang, saat menatap dada monitor hand hone android-nya. Di medsos, kata-ka-ta kasar , umpatan, caci-maki, bahkan kutukan bertaburan menghajar dirinya. Juga foto dan gambar yang merendahkan martabatnya. Namun, dia tetap tersenyum. “Dalam demokrasi rakyat punya hak marah. Demokrasi semakin cepat matang di tangan rakyat yang progesif.” Dia membatin. Ini semua […] The post Prof Pagob appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Penjual Kisah-Kisah Sedih
    by Kliping Sastra on 1 Oktober, 2019 at 9:44 pm

    KESEDIHAN ada karena ada kebahagiaan, katamu. Coba kalau saja tak ada kebahagiaan, maka kesedihan pun tak akan ada. Semua rasa akan sama. Namun, kau sendiri tak juga mampu melarang seseorang merasa bahagia hanya untuk melenyapkan kisah sedih dalam hidupmu. Aku tersenyum setiap kali melihatmu datang berkunjung ke rumahku. Bukan karena aku senang membeli dagangan yang […] The post Penjual Kisah-Kisah Sedih appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Bekal Makan Siang
    by Kliping Sastra on 1 Oktober, 2019 at 9:35 pm

    JIKA saja ia tidak terbakar nafsu, keluarganya tidak akan terkena imbas begini. Mulanya hidupnya baik-baik saja. Apotek, bisnis yang ia jalankan bersama istrinya berjalan lancar memberi pemasukan tetap. Ia memiliki keluarga yang pantas. Punya rumah, punya mobil keluarga, setiap minggu bisa makan ke luar. Pengeluaran dan pemasukan seimbang. Bahkan, ia masih bisa menabung. Hingga musim […] The post Bekal Makan Siang appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Sepasang Mata Gagak di Yerusalem
    by Kliping Sastra on 1 Oktober, 2019 at 5:48 pm

    “Di kampus di Amerika apakah ada pemeriksaan seperti ini, Bu?” tanyaku kepada Bu Nancy. “Tidak ada,” jawabnya sambil menggeleng. Ya, berarti sama dengan di Indonesia, batinku. Aku merasa, mungkin ini perasaanku saja, jika bersama orang Eropa atau Amerika, maksudku jika bareng dengan mereka, dan mereka bilang aku bersama mereka, pemeriksaan jadi terasa lebih lancar dan […] The post Sepasang Mata Gagak di Yerusalem appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Jemput Aku di Bawah Pohon Gatep
    by Kliping Sastra on 1 Oktober, 2019 at 10:21 am

    Sangat sering Ningrum punya keinginan hidup sendiri selamanya, tak usah menikah. Tapi, begitu niat itu muncul, selalu terbayang Saskara dengan hasrat berumah tangga yang mendesak desak. “Kita akan jadi pasangan bahagia, Rum, membuat iri banyak orang,” jelas Saskara berulang-ulang, mungkin lebih dari seratus kali. “Mereka yang memilih hidup sendiri juga bahagia, Sas,” sahut Ningrum, sedatar […] The post Jemput Aku di Bawah Pohon Gatep appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Asap
    by Kliping Sastra on 30 September, 2019 at 8:44 am

    KAMU berdiri bagai patung menatap gunung terbakar. Anganmu berkelebat ke masa silam pada sebuah hutan di tanah kelahiranmu. Sepulang sekolah, kamu dan kedua adikmu sering main perang-perangan di hutan itu. Merangkak di bawah pohon-pohon dan menerobos semak-belukar menjalar liar di atas tanah. “Tidak boleh main perang-perangan. Lihat, romang begitu banyak menutupi hutan. Nanti kalian dibawa […] The post Asap appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.

  • Sayup Tifa Mengepung Humia
    by Kliping Sastra on 29 September, 2019 at 8:51 pm

    Kelak setelah dimiliki Bone, Waita akan menempati humia baru. Tidak lagi bersama Mama Aname. Waita akan menjadi mama baru di humia barunya, seperti seekor cenderawasih membuat sarang baru di dahan laingliu. Bone menegakkan humia dengan tiang utama dari batang pohon soang yang berbulan-bulan direndam dalam aliran Sungai Warsor. Deras Sungai Warsor akan menguatkan batang soang. […] The post Sayup Tifa Mengepung Humia appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.