• Bapak
    by Kliping Sastra on 13 November, 2018 at 8:10 am

    Usiaku baru 8 tahun ketika ibu melarangku mbeksa. [1] Padahal baru saja aku bisa naik kendi kosong, mengatur keseimbangannya sambil mbeksa dan memutarnya ke arah delapan mata angin. Tapi kegembiraan bisa menguasai Beksan Bondan, langsung dipupus oleh ibu. “Ndhuk, mulai sekarang kamu tidak usah ikut latihan nari lagi di sana.” Aku tidak tahu alasannya. Toh […] The post Bapak appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Ketika Kucingmu Pergi Sebentar
    by Kliping Sastra on 12 November, 2018 at 8:12 am

    Rusli tetap berkilah tidak tahu ketika untuk ketiga kalinya pada hari itu Matondang mendatangi tokonya dan bertanya di mana kucing kesayangan Matondang yang bernama Roro Kendul. Tidak seperti dua kedatangan sebelumnya, bibir tebal yang menghiasi wajah Matondang kini hanya berjarak hitungan senti saja dari wajah Rusli yang ketakutan. Matondang mengancam apabila kucingnya tidak kembali pada […] The post Ketika Kucingmu Pergi Sebentar appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Sehelai Kerudung
    by Kliping Sastra on 12 November, 2018 at 1:43 am

    BEBERAPA hari sejak kabar itu kudengar, keadaan kampung jadi runyam. Ada warga merasa tak terima karena kerudung yang dipajang di depan rumahnya dibakar oleh anak lelaki yang berusia sekitar tujuh belas tahun. Adnan memasang kerudung itu sebagai jimat agar rumahnya tak diganggu jin atau setan. Keadaan kampungku semakin kisruh ketika Adnan mengajak teman-temannya untuk memberi […] The post Sehelai Kerudung appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Gadis Itu Tak Suka Hari Minggu
    by Kliping Sastra on 12 November, 2018 at 1:32 am

    Setiap Minggu, Ana tak punya harapan apa pun di sudut kamar sempit itu. Melalui kaca jendela kotak-kotak, gadis kecil itu melihat teman-temannya asyik berlarian di tanah lapang seberang rumah. Ada pula seorang teman sekelas ditemani sang ibu yang membawa semangkuk sup dan nasi. Sang ibu menyuapi anak itu. Tak ada yang menarik, sehingga Ana tak […] The post Gadis Itu Tak Suka Hari Minggu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Balung Kere (Bagian 2-Habis)
    by Kliping Sastra on 7 November, 2018 at 8:59 am

    “SIAPA yang njerat?” “Den Sukrojendra. Pakai dadung sapi, leher dijerat, ditarik sekuat tenaga dengan satu kaki disetumpukan di kuduknya—talinya disentakkan. ‘Kamu itu pengen dikawini anakku? Ndak bisa, ia akan kawin dengan Maksaiti, anak perempuan Silitijo, cucunya Kucurbasi,’ katanya. Mereka membungkus tubuhnya dengan seprai, mengangkat serta menyimpannya di kandang—Mbok Tenan disuruhnya mengganti seprai. Membungkus sarung bantal […] The post Balung Kere (Bagian 2-Habis) appeared first on Kliping […]

  • Rasanya, Bus Ini Teramat Lamban
    by Kliping Sastra on 6 November, 2018 at 8:35 am

    Aku pulang. Ya, aku pulang. Setelah dua belas tahun mengembara. Mengembara tanpa sebaris pun berkirim kabar. Mengembara ke kota-kota yang jauh. Kota-kota yang beraneka ragam. Ada Kota Pendapat. Kota Tidur. Dan Kota Hantu. Aku pulang. Ya, aku pulang. Pulang ke kampungku. Ke ibu. Ke ayah. Ke adik-adikku. Juga, mungkin jika masih menungguku, ke Rita. Lengkapnya […] The post Rasanya, Bus Ini Teramat Lamban appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Di Tengah Desing Mesiu
    by Kliping Sastra on 5 November, 2018 at 9:20 am

    Kami duduk selonjor di teras rumah setelah berziarah ke permakaman Ayah. Bersandar ke dinding papan dicat warna hijau muda. Emak duduk persis di samping kananku. Jarinya menggelung suntil, menyelipkan ke sela gusi. Tujuh hari lalu, Ayah meninggalkan kami untuk selamanya. Pergi ke alam sana, menghadap Sang Pencipta. Hari ini kami menziarahi makam Ayah. Semalam hujan […] The post Di Tengah Desing Mesiu appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Negeri Asap
    by Kliping Sastra on 5 November, 2018 at 8:49 am

    Sejak kecil aku tidak pernah jauh dari asap. Pagi hari, asap membubung dari dapur saat Emak memasak. Asap mengepul di dapur sebelum terlempar jauh tinggi ke awang-awang. Aku selalu ingin ikut Emak memasak, tapi Emak melarang. Kata Emak, asap itu tidak baik, suatu saat bisa membunuhku. Mendengar ucapan Emak, aku heran. Sebab, Bapak selalu menghirup […] The post Negeri Asap appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Merah Pedas
    by Kliping Sastra on 5 November, 2018 at 8:22 am

    Di atas batu, merah terguling. Potongan-potongan cabai dengan kulitnya yang keriput. Satu demi satu terjatuh dalam gerak lambat, memantul pada permukaan yang kasar. Lalu butiran garam yang putih. Beberapa irisan gula merah, serpihan cokelat kehitaman. Lalu tumbukan pertama yang perlahan menghancurkan semuanya, dari bentuknya yang utuh dan terpisah-pisah menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. […] The post Merah Pedas appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]