• Pemakaman Baru
    by Kliping Sastra on 17 Juli, 2019 at 5:59 pm

    “Ibumu telah mati.” “Ya.” “Kita harus segera menguburnya.” “Aku tak punya uang.” “Tapi kau masih punya potongan harga untuk penguburan ibumu.” “Kau tidak dengar apa yang aku katakan? Aku tak punya uang. Biarlah dia diam di sini barang semalam atau dua malam. Sebaiknya kau cepat pergi.” Pria tua itu lantas pergi tanpa sepatah kata pun. […] The post Pemakaman Baru appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Malaikat dan Sepasang Jenazah di Tepi Danau
    by Kliping Sastra on 17 Juli, 2019 at 3:02 am

    Selepas latihan biola, hendak pulang, aku menunggu bus Transjakarta. Bangku termenung di halte dikuasai tukangojek. Melawan nyeri dari lutut yang kaku dan tak sudi ditekuk, aku duduk menyandar di pagar tembok. Aku sadar seorang perempuan berusia sekitar 50-an, mengenakan rok berwarna krem, duduk sekitar tiga meter di sampingku. Di bawah temaram lampu listrik trotoar, sekilas […] The post Malaikat dan Sepasang Jenazah di Tepi Danau appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Diskusi Mata Hijau
    by Kliping Sastra on 16 Juli, 2019 at 5:26 pm

    Kopinya telah dingin ketika tamu berjubah silver datang secepat kedip mata duduk menghadapinya. Tudung berkilau oleh limpahan sorot lampu warung kopi makin mengaburkan paras wajah, hanya sepasang matanya sepintas tampak berkilat, kehijauan. Ia sunggingkan senyum datar. Senyawa aneh merambat. Sejuk tiba-tiba lengkap memenuh ruang. “Aku tidak mau mati dengan cara itu,” ia mulai bersuara. Gelas […] The post Diskusi Mata Hijau appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Janji Kelud untuk Bapak
    by Kliping Sastra on 16 Juli, 2019 at 5:25 pm

    FEBRUARI 1990. Malam menjelang. Hawa panas menyeruak. Kentong langgar bertalu-talu. Di mbale* rumah, puluhan warga telah berkumpul. Duduk berjejal-jejal, beralas daun kelapa. Mereka percaya rumah pertama di pedukuhan ini laksana benteng kukuh karena tak roboh digempur abu gunung bertahun-tahun. Di langit-langit rumah, empat lonjor besi dari rel kereta pengangkut tebu mempertebal keyakinan mereka. Begitu juga […] The post Janji Kelud untuk Bapak appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Pekerjaan Terakhir Bapak
    by Kliping Sastra on 16 Juli, 2019 at 3:30 am

    SETELAH kepergian Ibu, Bapak bersumpah untuk tidak menikah lagi. Ia berjanji bahwa hidupnya akan dihabiskan bersamaku, ingin melihatku tumbuh sampai aku berkeluarga dan memberinya cucu. Aku percaya dengan semua ucapannya. Bagiku Bapak adalah tipe suami yang sangat setia. Bapak berhasil membuktikan bahwa cintanya memang hanya untuk mendiang ibu, meskipun dulu banyak sekali gosip yang menyebut […] The post Pekerjaan Terakhir Bapak appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Namaku (Bukan) Tamae
    by Kliping Sastra on 15 Juli, 2019 at 4:47 pm

    Sebelum aku memutuskan pergi dan menghuni kamar petak yang suram itu, seminggu sebelumnya secara diam-diam Den Mas Bayu mengajakku membaca majalah Djawa Baroe. Majalah yang dikontrol langsung oleh Keimin Bunka Shidosho[1]. Di sana tertulis betapa Jepun, yang menyebut dirinya sebagai “saudara tua” itu, adalah harapan baru bagi pribumi. Lewat cerita pendek, cerita bersambung, esai, serta […] The post Namaku (Bukan) Tamae appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Gadis Pemimpi
    by Kliping Sastra on 13 Juli, 2019 at 4:32 am

    Sore yang senyap. Tidak ada siapa-siapa di rumah kecuali orang-orang belakang dan Pak Tua yang terkantuk-kantuk di gardunya. Dea berjalan dari ruang tamu ke ruang utama, tembus ke paviliun, lalu berbalik ke ruang baca, memasuki setiap kamar dan terakhir dia membuka pintu ke teras samping. Terasa lengang. Hampir-hampir tak ada suara terkecuali musik lamat-lamat yang […] The post Gadis Pemimpi appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya
    by Kliping Sastra on 10 Juli, 2019 at 10:33 pm

    Di depan kompleks perumahan, aku selalu bertemu dia. Seorang lelaki duduk di dekat pohon mangga tepi jalan. Sorot wajahnya tajam, berbanding terbalik dengan guratan wajah tua yang sendu, seakan lelah dengan kehidupan. Dia bukan pengemis, menurutku. Dia tidak pernah meminta-minta pada pejalan kaki yang berlalu-lalang. Maka aku menyebutnya Pak Tua. Seminggu penuh aku selalu melewati […] The post Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]

  • Lembaran Baru
    by Kliping Sastra on 10 Juli, 2019 at 3:33 pm

    MARTO duduk di beranda. Sepasang matanya beradu dengan cahaya lampu beranda rumah tetangga. Sesungguhnya, bukanlah kebiasaan Marto duduk sendiri di beranda. Biasanya, setiap selepas Magrib, kalau tidak ada acara keluar rumah, dia suka berdiam di kamar, atau ruang tamu, atau dapur, demi menghindari tamu. Dia mulai berani duduk di beranda karena merasa yakin tidak akan […] The post Lembaran Baru appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara. […]