Likuefaksi

Karya . Dikliping tanggal 29 Oktober 2018 dalam kategori Bahasa & Budaya, Pikiran Rakyat
Sila Nilai-Bintang!

TRAGEDI bencana alam di Palu dan Dong­gala telah mencuatkan istilah baru, likuefaksi. Sayangnya, likuefaksi kerap disalah­ tuliskan (atau disalahucapkan) sebagai likuifaksi. Menurut Ivan Lanin dalam album “Kosa Kata Kita Pekan lni” yang singgah di beranda Facebook saya; likuefaksi bermakna fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa. Dalam album itu disertakan ilustrasi pen­ jelas berupa tanah padat dan tanah cair (liquefied som yang dibandingkan. Hal demikian akan memudahkan masyarakat untuk paham bentukan tanah yang dibedakan.

Likuefaksi berlangsung pada tanah berpasir yang mudah terendam air, seperti tanah di Kota Palu yang dekat dengan laut Likuefaksi berasal dari kata serapan bahasa lnggris liquefaction.

Perkara mengapa ada perbedaan penulisan likuifaksi dengan likuefaksi sekarang ini, barangkali berkaitan dengan pembenahan dari Badan Bahasa sendiri. Meralat sesuatu yang su­ dah telanjur ada karena berkaitan dengan kaidah penyerapan kata.

Ya, likuifaksi sebelumnya sudah lama ada dan jamak dipakai di mana-mana oleh media lokal dan nasional, bahkan blog mengenai geologi maupun biologi yang banyak bertebaran.

Dalam ilmu biologi dikatakan bahwa sperma yang kental akan mencair (liquefaction) pada suhu kamar dalam waktu 15-20 menit. Hal ini terjadi karena daya kerja enzim seminin yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Jika dalam waktu setelah 20 menit belum mencair berarti ada kelainan pada istem koagulasinya, yaitu pada enzim seminin yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. (Sumber: www.softilmu.com).

Sementara itu, dalam ilmu geologidikatakan bahwa pencairan tanah atau likuefaksi tanah adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agakjenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat. Likuefaksi dalam ilmu biologidan geologiberbeda sangat jauh artinya, yang satu berkaitan dengan kesuburan, sisanya berkaitan dengan fenomena alam. Boleh dikata, likuefaksi sebagai kata serapan yang bersifat homonim (kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan).

Likuefaksi sebagai kata serapan dari bahasa as­ ing hanyalah salah satu contoh bahwa istilah yang berkaitan dengan keilmuan kadang diserap dari bahasa lain, dan cara pengindonesiaannya mengikuti kaidah yang sudah ditentukan dalam ilmu linguistik. Hal itu diatur pula dalam PUEBI mengenai kaidah pembentukan serapan istilah asing.

Perihal mengapa sebelumnya ada likuifaksi yang dibetulkanjadi likuefaksi sekarang ini, barangkali berkaitan dengan cara penulisan kata serapan yang mengikuti kaidah berupa beberapa penyesuaian agar memudahkan masyarakat peng­ gunanya.”‘**


[1]Disalin dari karya Rohyati Sofjan
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 28 Oktober 2018