Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Penjual Kisah-Kisah Sedih

KESEDIHAN ada karena ada kebahagiaan, katamu. Coba kalau saja tak ada kebahagiaan, maka kesedihan pun tak [...]

Baca selengkapnya »

Bekal Makan Siang

JIKA saja ia tidak terbakar nafsu, keluarganya tidak akan terkena imbas begini. Mulanya hidupnya baik-baik saja. [...]

Baca selengkapnya »

Sepasang Mata Gagak di Yerusalem

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Tempo, Penulis:

“Di kampus di Amerika apakah ada pemeriksaan seperti ini, Bu?” tanyaku kepada Bu Nancy. “Tidak ada,” [...]

Baca selengkapnya »

Jemput Aku di Bawah Pohon Gatep

Sangat sering Ningrum punya keinginan hidup sendiri selamanya, tak usah menikah. Tapi, begitu niat itu muncul, [...]

Baca selengkapnya »

Asap

KAMU berdiri bagai patung menatap gunung terbakar. Anganmu berkelebat ke masa silam pada sebuah hutan di [...]

Baca selengkapnya »

Sayup Tifa Mengepung Humia

Kelak setelah dimiliki Bone, Waita akan menempati humia baru. Tidak lagi bersama Mama Aname. Waita akan [...]

Baca selengkapnya »

Mustajab dan Pak Bupati

Mustajab buta. Mata Mustajab tidak bisa melihat. Namun, tak ada orang di kampung kami yang begitu [...]

Baca selengkapnya »

Azab

Jen menggedor-gedor pintu. Sudah berhari-hari suaminya tak keluar kamar. Sebelumnya ada permintaan untuk tak mengganggunya selama [...]

Baca selengkapnya »

Pegasus Jatuh

Pegasus jatuh. Tumbang. Berdebam. Sebelum mendarat ke tanah, ia sempat menabrak beberapa dahan dan ranting, memunculkan [...]

Baca selengkapnya »

Mayat Gugat

Pagi masih meringkuk ketika ribuan mayat bangkit dari dalam kubur. Mayat-mayat itu melangkah gontai menyisiri sela [...]

Baca selengkapnya »