Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Surat Untuk Ayah

ENTAH telah berapa ratus surat yang Nadia tulis untuk Ayah semenjak masih duduk di bangku ibtidaiyah [...]

Baca selengkapnya »

Gadis Berambut Panjang

Dan El Cadejo, yang mencuri gadis-gadis beruntai-rambut-panjang dan mengikat surai kuda-kuda, muncul di lembah. Gadis Berambut [...]

Baca selengkapnya »

Matinya Seorang Demonstran

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Kompas, Penulis:

PAHLAWAN hanyalah pecundang yang beruntung. Ratih selalu tak bisa melupakan kata-kata itu setiap kali melewati jalan [...]

Baca selengkapnya »

Tentang Drupadi

“SEHARUSNYA tempat ini menjadi kenangan yang indah. Saksi sebuah pesta pernikahan yang tak akan terlupakan…“ Kalimat [...]

Baca selengkapnya »

Merebut Berkah

KATA nenek, jika kita menonton Garebek Maulud[1] di Kraton Yogyakarta dan berhasil merebut bagian gunungan-gunungan[2] itu, [...]

Baca selengkapnya »

Natasha

AKU dan Abilio sudah memutuskan tidak akan mengintip perempuan itu lagi. Tapi Natasha selalu datang ke [...]

Baca selengkapnya »

Nisan Kosong

Setelah Pembunuhan Kedua. SEHARUSNYA musim dingin segera berakhir sebulan lalu, selepas tahun baru. Namun, angin utara [...]

Baca selengkapnya »

Surat yang Tak Kunjung Datang

MENTARI pagi belum juga muncul, namun Damar telah beranjak dari ranjang hangatnya. Ia baru saja berdoa [...]

Baca selengkapnya »

Partikel-partikel Tuhan

Odin MUSIM dingin tiba-tiba membekukan wilayah Arktika[1]. Tak ada lagi yang sanggup meninggali Eranvej, kota yang [...]

Baca selengkapnya »

Katanya Saya Tak Akan Bosan

MULAI hari ini, saya akan menyibukkan diri pada hal-hal yang menurutnya penting. Saya akan rajin mengeramas [...]

Baca selengkapnya »