Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Penjara Kedua

APA yang akan terjadi besok? Rasanya seperti merenungi anak sungai yang bermula pada bersit mata air, [...]

Baca selengkapnya »

Aku Akan Mengkhianatimu – Sore Yang Bersahabat

AKU AKAN MENGKHIANATIMU Aku akan mengkhianatimu, dengan tiga buah apel yang masih tergantung di pohon itu, [...]

Baca selengkapnya »

Menjelang Kurban

EMAK terduduk setengah rebah di ranjang tipisnya. Di sebelahnya, teh hangat masih mengepulkan asap. Beberapa kapsul dan [...]

Baca selengkapnya »

Perempuan yang Menolak Dipanggil Ibu

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

Kau datang kepadaku tepat pada sebuah titik balik dalam hidupku, yang menyeret beribu kenangan pahit, getir, [...]

Baca selengkapnya »

Beras Genggam

BERTAHUN-tahun kemudian, walau akhirnya kau tahu Kramat Ako bukan penduduk asli kampung kami, kebanggaan kami terhadapnya [...]

Baca selengkapnya »

Pertemuan Kesekian

MEREKA kembali berada di meja yang sama, dan tengah saling bertukar minuman yang mereka pesan. Milo [...]

Baca selengkapnya »

Sepertiga Malam Terakhir

DI sepertiga malam terakhir itu, Dirminto masih duduk di belakang rumahnya. Ia sedang termenung memandangi langit. [...]

Baca selengkapnya »

Penyair Yang Jatuh Cinta Pada Telepon Genggamnya

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Kompas, Penulis:

1. KARENA tak ingin dianggap kampungan dan ketinggalan zaman, maka ia pun memutuskan untuk membeli telepon [...]

Baca selengkapnya »

Jendela dan Sore yang Gerimis

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Tempo, Penulis:

“JAUH DI KEDALAMAN, air laut sebiru kelopak cornflower yang paling indah dan sejernih kaca kristal. Tapi [...]

Baca selengkapnya »

Laki-laki tanpa Cela

DIA hanya memberikan saya waktu sepekan untuk berpikir. Kata-katanya selama sepekan ini begitu manis dan jernih. [...]

Baca selengkapnya »