Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Empat Aku

Aku yang Pertama JADI, keputusan ini akhirnya kuambil: aku harus membunuh aku yang ketiga. Kupikir ia [...]

Baca selengkapnya »

Profesor Bermulut Runcing

Setiap hari ia memoles bibir, bukan dengan lipstik, tapi dengan darah yang mengucur dari jantung orang-orang [...]

Baca selengkapnya »

Hidupku

SETELAH 10 tahun hidup yang tak jauh-jauh dari belajar berjam-jam di rumah yang amatlah besar ini, aku [...]

Baca selengkapnya »

Pada Sebuah Jamuan

“JADI apa yang aku harus lakukan sekarang?”  “Tenang, Yang Mulia. Kita tak boleh gegabah.”  “Iya, tapi [...]

Baca selengkapnya »

Juru Kunci Makam Eyang Sakri

”BILA mau, sekitar pukul 10.00 nanti, saya antar Bapak ke makam Eyang Sakri!” Kutengok jam dinding. [...]

Baca selengkapnya »

Tabir Monalisa

SEBENARNYA ia tak pandai berbasa-basi, apalagi menyemir sepatu. Tapi demi bisa masuk ke ruangan Tuan Maranggir, [...]

Baca selengkapnya »

Di Seberang Jendela – Tunduk Pada Kata-kata – Seperti Kutemukan Kembali – Mempelai Cahaya – Penantian – Pagi – Tomohon

Di Seberang Jendela Di seberang jendela bukit-bukit berkilau  Gumapan awan diuraikan cahaya pagi Sepanjang pantai rumpun-rumpun [...]

Baca selengkapnya »

Ruang Tunggu

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

Rohman masih ingat saat ia melihat tubuhnya terburai dan anggota tubuhnya tersebar ke berbagai penjuru. Ia [...]

Baca selengkapnya »

?

Seperti ada yang mau datang. Atau jangan-jangan, sudah di perjalanan. Apa singgah sebentar di taman. siapa? [...]

Baca selengkapnya »

Ulang Tahun dalam Akuarium – Malam Kesembuhan – Jika – Sumedang – Kabel – Pada Akhirnya – Darah Tanah – Penjual Tambang

Ulang Tahun dalam Akuarium September adalah gajah merah jambu yang berenang riang. Ceria, Kami mendaki belalainya. [...]

Baca selengkapnya »