Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Juru Selamat Datang Terlambat – Berahi 4 – Percakapan Sawerigading dengan We Tenriabeng – Berbekal Sehelai Rambut – Sebelum Berburu –

Juru Selamat Datang Terlambat Dia muncul di pantai, mengenakan jubah dari kulit teripang, “Bagaimana Anda beribadah [...]

Baca selengkapnya »

Ketika Seruling Ditiup Tanpa Nada – Di sebuah Terminal

Ketika Seruling Ditiup Tanpa Nada ketika seruling ditiup tanpa nada adakah kau kembali teringat tahun demi [...]

Baca selengkapnya »

Amsal Gerabah – Jeihan – Avi – Purnama – Anya

Amsal Gerabah – dari penyair penggemar kartu pos kepada penyair pemuja keramik Tiada hari libur bagi [...]

Baca selengkapnya »

Aku Sudah Bukan Penyair – Kereta Cepat – Tak Ada Lagi Orang yang Mengerti Puisiku

Aku Sudah Bukan Penyair Aku sudah bukan penyair sejak kau menjadi senja dan memilih hidup di [...]

Baca selengkapnya »

Tanah Air Tergusur

Pada hamparan sawah dan ladang Maafkan kami berubah jadi ilalang Tanah kini milik cukong negeri seberang [...]

Baca selengkapnya »

Catatan Untuk Anissa

TOM MELIPAT KORAN, melihat jarum jam di pergelangan tangannya sebelum mengamati keadaan di sekitar. Ruang tunggu [...]

Baca selengkapnya »

Ibu Mertua

TERNYATA benar apa yang pernah diperbincangkan teman-temanku yang sudah menikah. Tak enak rasanya jika setelah menikah [...]

Baca selengkapnya »

Gara-gara Tiga Ratus Ribu Rupiah

KRINCING uang logam seribu rupiah jatuh dari dompet kumal dan bau apak milik Raf. Itu adalah [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki Tua yang Memotong Lidahnya

PADA akhirnya lelaki tua itu memutuskan memotong lidahnya. Barangkali penyesalan memang tidaklah cukup baginya, bahkan kehilangan separuh [...]

Baca selengkapnya »

Sepatu Jinjit Aryanti

Kategori: Arsip Cerpen, Jawa Pos, Penulis:

PERMUKAAN tanah di bawah sana tampak botak-botak seperti rambut lelaki tua yang rontok. Dari jendela kamar [...]

Baca selengkapnya »