Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Kertas Puisi Beraroma Kopi

LONCENG gerbang di depan rumah Alesa berbunyi. Ketika Alesa mengintip dari balik jendela kamarnya, sesosok pria [...]

Baca selengkapnya »

Air Mata Terakhir

LAKI-LAKI itu pemah berkata padaku bahwa dirinya tidak akan bisa menangis lagi. Sebab pasokan air matanya [...]

Baca selengkapnya »

Tanah Pancuran

Kategori: Arsip Cerpen, Suara Merdeka, Penulis:

Kamis malam menjadi malam penuh duka. Malam yang dirundung kepiluan bagi beberapa orang. Malam itu sering [...]

Baca selengkapnya »

Malam Ini Sunyi Sekali

AZAN Maghrib sudah lama lewat. Di dalam bus itu, sunyi terasa menekan mendesak. Gedung, pepohonan, dan [...]

Baca selengkapnya »

Angku Zainal

Orang-orang kampung Lubuk Kisam menganggap kematian Angku Zainal adalah kematian yang mulia, layaknya kematian seorang syuhada. [...]

Baca selengkapnya »

Baruna

TERLAHIR sebagai seorang buta tidaklah begitu buruk. Setidaknya bagiku. Aku masih bisa merasakan hangatnya sinar mentari [...]

Baca selengkapnya »

Air Mata

BUKANKAH sedari dulu air mata ditumpahkan dengan atau tanpa alasan? Bukankah pohon-pohon, rumah-rumah dan banyak hal [...]

Baca selengkapnya »

Kambing yang Jatuh dari Langit

GEMA takbir tahun lalu masih tersisa dalam benakku. Ya, mengapa waktu cepat sekali berputar? Aku takut, [...]

Baca selengkapnya »

Surat Cinta Untuk Bunda

Namanya Airin, salah satu anak yang besar dan hidup di Panti Asuhan Pelita Bunda. Seorang anak [...]

Baca selengkapnya »

Lelaki yang Tekun Memunguti Senja

Lelaki yang Tekun Memunguti Senja ia masih saja berlama-lama mengukur panjang hari banyak peristiwa, rencana atau [...]

Baca selengkapnya »