Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara

KUMPULAN CERPEN

Aroma Darah di Antara Bunga Eastern Redbud

Kategori: Arsip Cerpen, Koran Tempo, Penulis:

Awal musim panas tahun ini, Westmount terguncang oleh penemuan mayat lelaki tanpa busana di sungai St [...]

Baca selengkapnya »

Kupu-Kupu Tidak Menyakitimu

IS sangat sulit menerima kemungkinan suaminya tak akan pernah muncul lagi di hadapannya dan anak semata [...]

Baca selengkapnya »

Di Atas Tanah Retak

Warga Desa Sela Cengkar menemukan mayat Maruti pagi itu ketika embun belum tuntas membasahi daun-daun. Mayat [...]

Baca selengkapnya »

Kupu-Kupu di Dalam Masjid

Seusai shalat Duha, Rika tak mau melangkahkan kakinya dari beranda masjid itu. Terlebih, saat sepasang matanya [...]

Baca selengkapnya »

Makam Nyai Malinda

Malinda, begitulah nama dalam nisan yang selalu basah dengan aroma kembang-kembang. Kerumun orang-orang pun mengantri dari [...]

Baca selengkapnya »

Pengantin Tujuh Purnama

SEJAK putra Ki Lurah Barghowi tertangkap basah berbuat mesum dengan gadis pujaannya, rapat di Balai Desa [...]

Baca selengkapnya »

Di Manakah Kubur yang Tepat buat Mayatku Ini?

Orang tua biasanya menginginkan anak-anaknya menjadi orang dengan capaian-capaian lebih dari yang mereka dapatkan. MENJADI guru [...]

Baca selengkapnya »

Banjir yang Dikirim ke Campoan

Sapraji berdiri di bibir pintu. Matanya melihat air banjir yang tak kunjung surut sejak semalam. Rumah [...]

Baca selengkapnya »

Pedagang Senja

Setelah pensiun dari pekerjaan sebagai penulis cerita, lelaki tua itu memutuskan untuk berjualan. “Tidak baik kalau [...]

Baca selengkapnya »

Legong Bulan

Raja Agung Karna, Pangeran Sukawati yang tampan, sudah lama galau. Dia merasa sekarat bagai seekor serangga [...]

Baca selengkapnya »