Amnesia – Akuarium – Riwayat Kampung – Baliho Politik

Karya . Dikliping tanggal 11 Januari 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Amnesia 

Kau selalu pejamkan mata 
agar tak melihat bangsamu 
dirundung duka nestapa 
akibat keserakahanmu 
Kau selalu menutup telinga
agar dunia tampak hampa 
padahal tangisan membahana 
dari mulut anak-anak bangsa 
Di atas singgasanamu 
hatimu pun membeku 
seperti salju 
selalu 
Tanpa rasa 
masihkah layak 
disebut manusia 
alamak! 
Kandang Roda, 2014 

Akuarium 

Akuarium tanpa ikan 
betapa hampa 
seperti hidup perawan 
tanpa cinta 
Akuarium tanpa air 
betapa sunyi 
seperti musafir 
yang sendiri 
Akuarium berair bening 
berisi ikan-ikan 
betapa bikin merinding 
terbayang keabadian.
Kandang Roda, 2014 

Riwayat Kampung 

Kampung-kampung itu 
pada mulanya persawahan 
lalu bermunculan rumah baru 
setelah petani belajar jadi urban 
Kampung-kampung itu 
akan meluas menjadi kota 
lalu bermunculan pasar baru 
yang dijual barang impor semua 
Kampung-kampung itu 
akan menjadi penjara 
seumur hidupmu 
sebagai bangsa 
Kampung-kampung itu 
jadi saksi bisu 
betapa sulit bangsa ini merdeka 
dari penjajahan bangsa manca.
Kandang Roda, 2014 

Baliho Politik 

sekarang semua kota sama saja 
digagahi baliho-baliho raksasa 
sungguh semuanya layak curiga 
calon pemimpin membesarkan dirinya 
meski hanya dengan gambar 
entah sampai kapan 
kotamu dan kotaku tercemar 
barisan baliho iklan
 makin barbar 
sebelum kemudian hangus 
bersama masa depan, pupus 
memang sulit menggantang asa 
ketika menatap baliho raksasa 
yang hendak mencaplok negara, 
semena-mena.
Bogor Jogja, 2014 
Siti Siamah, tinggal di Bogor, Jawa Barat. Ia aktif menulis cerpen, novel, puisi, esai, dan opini. Sehariharinya bergelut sebagai peneliti.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Siti Siamah
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” pada 11 Januari 2015