Ampuni Aku Ya Tuhan – Demi Masa

Karya . Dikliping tanggal 2 Juli 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Ampuni Aku Ya Tuhan

-kepada penjilat kata

lindungi aku dari sesak nafasnya cinta
telah membusung di dada
karena Tuhan tiada

terkutuklah aku oleh waktu
di liang lahatku
dan dunia mengharu biru

Tuhan, ampuni aku
dari segala arah yang kutuju
berbilang-bilang cintaku hilang
pada-MU

(Pandeglang, 21/12/2015)

Demi Masa

akan datang pada masanya pulang
masih saja kita belum berbenah?
di setiap kali waktu kita singgah
pada waktu yang sudah terarah

Baca juga:  Kerikil-kerikil Gudik - Dendang Negeri

kiblatmu yang tak terasah
terus gelisah
dari kehidupan yang susah

jalan sudah jelas
dari keyakinan yang tegas
agar masa jangan sampai tertebas
sebab sedetik hanya sekilas
kau akan terlindas
benahi waktumu jangan malas

(2014)


Apin Suryadi, lahir di Pandeglang-Banten, 8 April, mulai aktif menulis puisi tahun 2017 setelah 30 tahun ditinggalkannya. Sehari-hari menjadi guru relawan bagi anak asuh Raudhatul Athfal Ad-Dzikro. Saat ini tengah mempersiapkan 2 buku kumpulan puisi .  Kini ia bergabung bersama Komunitas Sastra Gunung Karang di Pandeglang-Banten. Baru satu buku kumpulan puisinya yang digarap bareng komunitas media online “Embun Pagi di Lereng Pesagi” (2017). 

Baca juga:  Perkawinan Dewi Dewa - Kenang Budi Puan - Siasat Sultan Buton - Teh Jahe

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Apin Suryadi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 2 Juli 2017