Anomali Tanah Air – Lihat ke Dalam – Jalan yang Lain

Karya . Dikliping tanggal 10 Juli 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Anomali Tanah Air 

Indah Indonesia,
masih berjalan saat dunia sudah berlari
Tapi kami mengingat cara berlari
Indah Indonesia,
masih berlari saat dunia sudah berjalan
Tapi kami melupa cara berjalan
Kami lelah terus berlari
Kami telah terus berjalan
Dan esok film masih berputar,
judul pun belum berubah,
tanda kami bukan aktor utama
Rotasi bumi masih sama,
tapi langkah mereka mainkan tempo
Mereka, bukan kami
Bengkulu, 30 Oktober 2011

Lihat ke Dalam

Manusia tahu,
mengingat apa yang belum didapat,
dan melupakan apa yang belum dilepas
Andai manusia tahu,
itu adalah hal yang dianggap biasa yang belum didapat,
sedang ini adalah hal yang dianggap luar biasa yang belum
dilepas
Bengkulu, 24 Oktober 2011

Jalan yang Lain

Aku tak berlari, bahkan hampir hanya berdiri
Aku bukan terletih
apalagi sampai tertatih
Karena ini jalan terakhir
maka sengaja kuperlambat
Ketika jalan terakhir ini berakhir,
yang kucari tak ada di tempat
Aku sungguh telah salah jalan
atau mungkin di jalan yang benar aku telah salah jalan
Yang kucari kini berganti;
yang kucari kini adalah jalan untuk menemukan yang kucari
Maka kucari jalan yang lain
Tapi jalan yang lain, hanya untuk yang lain
Pangkalpinang, 15 April 2013


Apri Atma Sagi, lahir di Pangkalpinang, 23 April 1995. Alumnus SMAN 4 Kota Bengkulu
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Apri Atma Sagi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “PIkiran Rakyat” Minggu 10 Juli 2016
Beri Nilai-Bintang!