Asteroid Blues – Asteroid, 1

Karya . Dikliping tanggal 17 September 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Asteroid Blues

serangan nuklir dan asap jamur

bukanlah entitasku

aku hanya zantara

menyebabkan lamur

di tiap sekujur

 

aku meninggalkanmu

di dalam kawah

yang dikelilingi

oleh puing-puing

kehancuranmu sendiri

karenanya

 

kita seperti asteroid bertabrakan

hingga menjadi pecahan

satu sama lain tak peduli

planet mana yang kita tuju.

2018

 

Asteroid, 1

kala pungguk masih merindukan bulan

aku telah menambang di bulan dan asteroid

merindukan alam riang berdendang

menyuling mineral dan logam

 

pungguk itu memandang kami dengan heran

hewan-hewan terus melata dalam lingkaran

dan manusia jumawa memandangnya dalam sangkar.

2018

 

Galeh Pramudianto lahir di Tangerang Selatan, Banten, 20 Juni 1993. Buku puisinya adalah Skenario Menyusun Antena (2015).

 

 

 

 

[1] Disalin dari karya Galeh Pramudianto
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi Sabtu, 15 September 2018