Ayam Tangkap – Pepes Belida – Ngaliwet

Karya . Dikliping tanggal 30 Agustus 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Ayam Tangkap

Di semak salam koja dan daun pandan
Kutangkap kau, segumpal daging
Berlumur asam sunti, batang serai yang
Serasa merica
Kutunggu kau di simpang Ulee Kareng
Di samping kedai kopi arabika di serambi
Mekah bertanah merah
Ayo berdendang menyanyikan bungong
Jeumpa yang liriknya meletus-letus
Seperti suara gegap dari hutan yang jauh
Banda Aceh, 2009-2015

Pepes Belida

Belida yang pipih
Dari cokelat kali Pelembang
Dibelit daun pisang dililit rempah
Yang dilumat dilumurkan di sekujur
Daun selasih di sampingnya
Disimpangkan
Aku menatapnya. Kau menatapnya
Sejenak kita susuri Musi seperti
Membaca Sriwijaya yang dilayari
Kapal dagang dan pelancong yang
Tanahnya mencuat beton yang
Menjulang dan mengangkang
Baiklah, pepes kita buka
Belida yang disayat, beberapa bagian
Tubuhnya gosong
Entah siapa di antara kita memulai
Mengelupasi kulit dan menempelkan
Balutan bumbu di lidah kita yang
Tak lelah-lelah berlayar ke mana-mana
Palembang, 2003-2015

Ngaliwet

Biarlah ketel mungil ini
Menampung nasi yang gosong
Di dasarnya. Lembar-lembar salam
Ikan asin, dan sejumput garam
Telah diaduk sesaat setelah mendidih
Setelah biji-biji beras mendedah
Kita yang jauh dari Jawa
Telah berlidah Sunda
Memilih memanjakan lidah dengan
Sambal lalapan. Memilih memanjangkan
Kerasan di rantau
Alas daun pisang, cobek yang datar
Dan alasan lain membikin kita betah
Membikin kosa kata kita lentur selentur
Leluhur bertutur
Cimahi, 2015
Hasta Indriyana lahir di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, 31 Januari 1977. 
Buku puisinya berjudul Tuhan, Aku Lupa Menulis Sajak Cinta (2003) dan Piknik yang Menyenangkan (2014).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hasta Indriyana
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” Minggu 30 Agustus 2015