Belajar pada Malam – Jangan Curiga pada Malam – Angin

Karya . Dikliping tanggal 30 Oktober 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Belajar pada Malam

berapa malam yang kelam dan luka
ingin kupunguti dari kembara
yang terbuang dan meronta
angin yang tak sama menyayat hatinya
aku ingin menyelam ke dalam malam milik jurang
sebab sama yang dilansir
kemerdekaan rumputan yang dikabarkan
pohon-pohon tak suka
rumputan hanya menghambat kesuburan
dan daun gelisah
dibisik-bisik angin
berakrab dengan malam
orang-orang tetap curiga pada kelam
tetapi matahari selalu mengulangi tenggelam

Jangan Curiga pada Malam

malam ganti baju ingin ke pesta
suka cita dikabarkan
dan disebarkan
tetapi angin memang dari dulu begitu
laut hanya ombak yang tampak
batu karang tetap di singgasananya
tetapi siapa terlena
oleh hembusan lembut angin
melenakan lewat gerak daun
pada kantuk
atau begini saja :
jangan terlalu curiga
sebab hari selalu berlalu
dan ketika malam tanpa bintang
bukan berarti telah hilang
atau barangkali kau terlalu paham
tentang arti sebuah malam

Angin

sebab angin tak pernah berdusta
maka ada rahmat juga bencana
tetapi ketika aku di hadapan umum
angin menyelonong tanpa pamitan
wajah-wajah kentara memberi tanda
padahal tak ada undang-undang
atau sekadar peringatan
tak ada kemarahan sebenarnya
angin utusan paling setia
tetapi siapa bisa membaca
hanya debu yang tampak
gerak daun adalah kehidupan dan kesetiaan
selalu rahmat bagi tumbuhan
lalu sebagai syukur buah
biji-biji jatuh ke tanah
dari angin
sebenarnya kita seringkali lupa
Sunardi KS: Lahir di Dukuh Bendowangen Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Jepara Jawa Tengah.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sunardi KS 
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” edisi 28 Oktober 2016