Bulak Jomblang – Petak Umpet – Sunda Manda – Gobak Sodor – Congklak

Karya . Dikliping tanggal 18 Oktober 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Bulak Jomblang 

hijau rumput, lempang pematang 
di langit terbang burung kepodang 
bulak jomblang, bulak jomblang 
sehampar sajadah panjang 
markosim sembahyang siang 
duduk serupa pacul 
doa pun dipanggul-panggul 
di pohon randu, di pucuk bambu 
singgah sepasang derkuku 
mendengungkan gemuruh rindu 
angin bertapa di daun-daun lebar 
bau wirid menguar-nguar 
bulak jomblang, bulak jomblang 
jiwa lapang di tanah lapang 
di situ hatimu menanam sembahyang 
Magelang, 2015 

Petak Umpet 

kita adalah para kanak yang berlarian 
mengelilingi tubuh sendiri 
mencari yang sengaja bersembunyi 
dan disembunyikan 
seperti air mata seorang ibu 
yang bersembunyi 
di balik sungging bibir 
dan anak-anak 
menemukan ketabahannya semata 
seperti kepedihan seorang bapak 
yang bersembunyi 
di balik otot keras tangannya 
dan anak-anak 
menemukan keluasan semata 
di tubuh sendiri 
mencari dan sembunyi 
jadi permainan setiap sore hari.
Magelang, 2015 

Sunda Manda 

ini telapak di batas injak 
kau dan aku 
di tapal jejak 
menembak petak, memburu kotak 
kau dan aku 
ditimpa jarak 
usai sudah ritus hompimpah 
segala resah dikubur sejarah 
Magelang, 2015 

Gobak Sodor 

akulah tombak 
meluncur dari garis ke garis 
yang lepas dari tangan prajurit 
dan kau 
buron yang menyusup di alis penjaga regol 
dengan bayang-bayang melesat 
menaklukkan kenyataan 
di ujung 
kurencanakan sebuah jebakan 
dengan mata-mata yang berpaling 
menangkapmu 
Magelang, 2015 

Congklak 

berjalan dari lubang ke lubang 
begitulah hakikat ilmu dagang 
empat belas lubang dua gudang 
di sana berkeliling 
tangan-tangan peletak cangkang 
di lapak datar 
duduk berhadapan di atas tikar 
di los-los pasar 
setiap jumput adalah perhitungan 
agar tak berhenti di kekosongan 
Magelang, 2015 
Dedet Setiadi, penyair, lahir di Magelang, 12 Juli 1963. Beberapa puisinya termuat dalam antologi, antara lain Konstruksi Roh (UNS, 1984) dan Puisi Indonesia ’87 (DKJ, 1987). Kumpulan puisi terbarunya Pengakuan Adam di Bukit Huka (2015).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dedet Setiadi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 18 Oktober 2015