Bumi Permai – Di Kali

Karya . Dikliping tanggal 24 Mei 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Bumi Permai

Bumiku yang hijau, yang memiliki hujan
Dan matahari yang snatun. Dan angin yang dingin
Menghantar hari-hari begitu akrab mendekat
Membangunkan jiwa yang payah–yang kalah
Matahari bangkit dari kesyraman masa
Melihat kanak-kanak lagi
Yang emncintai damai bumi permai
–Mengalirkan cinta pada sungai
Pada hijau rerumputan
Terdengar kepak burung yang rukun terbang
Dari dahan ke dahan
:Sungguh kunikmati hidup yang sebenarnya
Ada yang akan tetap tersimpan rapi
Terkunci dalam diri
Tanah ini, bumi ini sebagai rahasia
Asalmula dan berakhirnya kelak
Bragung, 2015

Di Kali

Di kali ini, ruhku terpingkal-pingkal
Mabuk diseret arah matahari susut,
Membayangkan hal yang tak mungkin terjadi;
Tentang kematian amsa kanak-kanak
Yang diganti masa muda yang penuh sangsi
Aku kau masih ragu menerima kenyataan dunia
Membentuk ini diri
Bragung, 2015

Anwar Noeris. Lahir di Sumenep Madura. bergiat di Lesehan Sastra Kuutub Yogyakarta (LSKY) dan Koordinator Taman Baca Masyarakat (TBM) Hasyim Asy’ari. 
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Anwar Noeris
[2] Pernah etrsiar di surat kabar “Pikiran rakyat” pada 24 Mei 2015