Bunga Melati Ibuku – Aku Hanya Seorang Ibu

Karya . Dikliping tanggal 22 Januari 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Bunga Melati Ibuku

bau tubuhmu
mengingatkan pesan-pesan ibuku
yang senantiasa merindu
pada salawat dan dizikir
selepas aku bersholat lail
seperti berlembar bunga melati
yang tersimpan di tiap ruas buku hariannya
meski kering dan mengertas
harumnya tak pernah pudar
untuk berkabar
kepada nama-nama
yang dicatatnya
kini ibuku telah pulang
bersama salawat dan dzikir
kini ibuku telah bermakam
tertabur berlembar bunga melati
namun harumnya kembali bermukim
di tubuhmu
aku pun merindu
semarang 2016

Aku Hanya Seorang Ibu

aku memang bukan matahari
tapi ingin aku ajari anak-anakku
bagaimana seharusnya memandang dunia
dengan dada membara
dan hati yang legawa
aku memang bukan rembulan
tapi ingin aku tuntun anak-anakku
dengan cahaya jiwa
dalam meniti ruang demi ruang
agar tak terjebak kegelapan
aku memang bukan angin
tapi ingin aku kembangkan
layar perahu anak-anakku
dengan tiupan kalbu
saat mereka hendak mengarungi
hamparan samodra
aku memang bukan sungai
di tanah ngarai
tapi ingin aku aliri
ladang jiwa anak-anakku
agar tetap hijau
meski kemarau acap kali menghardik
tak kenal waktu
aku hanya seorang ibu
yang ingin menjadi permaisuri
bagi suamiku
di surga nanti
semarang 2016

Agoes Dhewa, penyair Semarang. Karyanya termuat di
beberapa media massa nasional dan lokal juga
terkumpul dalam beberapa antologi puisi.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Agoes Dhewa
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 22 Januari 2017

Baca juga:  Malam Jakarta - Nyonya Kedai - David - Sajak Cinta untuk Daun dan Kupu-Kupu