Bunga Semangat

Karya . Dikliping tanggal 23 Oktober 2015 dalam kategori Arsip Cerpen, Kliping Sastra
HARI ini mentari bersinar ceria, dan awan – awan ramai berkejar-kejaran diangkasa mengiri perjalan seorang pemuda lugu yang penuh  gunda menuju untuk menuntut ilmu. Pemuda berperawakan sederhana dan baik ini hendak menuju kesekolahnya, sekolah yang baginya telah memberi segalanya pendidikan, teman, dan cinta, hal yang setiap hari selalu memberinya bahagia. Namun hari ini berbeda salah satu pelengkap keceriaannya kini telah tiada yang mencipatakan gundah dalam hatinya sehingga menurunkan gairah belajarnya.
Pria ini bernama Riki, pria sederhana dan nyentrik ini selama dua semester terakhir selalu menduduki peringkat teratas di kelasnya.Pria lugu yang telah berhasil membangkitkan nama sekolahnya, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik diantara teman-temannya.Dia memiliki motivasi untuk membuat bangga orang disekelilingnya, sehingga dia sangat tekun dan semangat dalam belajarnya. Dua hal yang dia jadikan objek pendorong smangat belajarnya ialah untuk membuat bangga orang tua serta kekasihnya.
Wanita sederhana, penyabar, dan penuh dengan kasih sayang, dialah Nizar kekasih Riki seorang wanita yang sangat berperan penting dalam kesuksesan belajar seorang riki selama ini. Wanita beperawakan tinggi dan sedikit berisi ini menjadi alasan penyemangat serta motivasi bagi riki untuk belajar, dia semangat mengerjakan tugas – tugas , dia semangat dan selalu fokus dalam menanggapi pelajaran sebab ia ingin membuat kekasih nya bangga memilikinya, karena dia tidak berwajah tampan dan berekonomi tinggi, maka ia ingin membuktikan bahwa Nizar tidak salah memilihnya sebagai keaksihnya
Namun waktu berlalu kini kisah cinta indah mereka hanya tinggal kenangan, perbedaan pemahaman serta konflik yang mengakibatkan Nizar memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Riki. Keputusan yang diambilnya sepihak ini membuat riki merasa terpukul dan sangat sakit, ia tidak pernah menyangkah kisah indah nya selama ini akhirnya harus berakhir, bunga penyematnya selama ini ternyata harus patah, dikarena hal yang tidak jelas adanya.
Hari haripun dilalui riki tanpa dampingan seorang Nizar lagi roda dunia terus berputar seiring perputaran riki dalam kesendiriannya, perasaan sedih dan sepi menghantui hidupnya, prestasi pun menjadi korbannya, Nizar yang dulu menjadi bagian penyemangat kini telah hilang yang akhirnya membuat semangat belajar benar – benar kurang. Harapan akan kembali nya sang bunga penyemagatpun telah hilang sebab nizar pun telah menjalin kasih dengan pria lain.’
Namun seiring perputaran bumi menghitari tata surya akhirnya Riki bangkit dari keterpurukan, dia kembali selangkah demi selangkah membangkitkan semangat belajarnya, dia menanamkan hal bahwa ini bukan akhir dari segalanya jadikan ini semua awal kesuksesan diri. Satu yang selau ditekankan riki kepada temannya dia sangat setuju dengan kalimat yang selalu diucapan Presiden ke-3 RI (B.J. Habibie) bahwa “Dibalik pria yang sukses terdapat wanita hebat disampingnya”.
Kini riki kembali menjalani kehidupannya meski baginya sulit tuk melupakan bunga penyemangatnya karena mau tidak mau harus diakui bahwa Nizar pernah menghiasi harinya, dan mewarnai hidupnya, menyinari kegelapannya hingga mendapatkan suksenya. Bagi riki kini hanya satu pegangannya setiap kali melihat bunga penyemangatnya, satu hal yang tertanam dan selalu ia ucapkan dalam hatinya yaitu “ meliahtmu bahagia dengan pilihan hatimu yang jauh lebih baik dariku membuatku juga merasakan  kebahagiaan, sekarang adalah tugasku untuk mencari seseorang yang jauh lebih baik darimu dan bisa membahagiakanku lebih dari kebahagiaanmu”. 
Tapi meski kini mereka tidak bersama lagi namun mereka tetap manjadi teman yang baik, terkadang mereka masih sering bercanda ria bersama meski terkadang mereka terlihat canggung satu sama lain.
Kini sinar ceria mentari telah tergantikan oleh sinar senyuman sang bulan, kerenungan dalam diri riki kini sedikit demi sedikit tergantikan dengan kebahagiaan kembali, bintang yang paling bersinar dalam angkasanya telah hilang dan jatuh entah kemana. Namun ia tidak tega harus mengorbankan ribuan bintang lainnya hanya demi satu bintang itu, dia harus tetap semangat dalam cita-citanya untuk membanggakan semua bintang yang ada di angkasanya.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya I Gusti Ngurah Rama Iswara
[2] Dikirim langsung oleh penulis melalui eMail klipingsastra (Terimakasih dan penghargaan kami haturkan)