Cisangkuy – Angin di Sini – Childlike

Karya . Dikliping tanggal 4 September 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Cisangkuy

— teringat Hesse


ke sungai aku akan kembali:
menepati pada batu-batu,
memenuhi sunyinya yang terlalu
dan lengking kerinduan itu
setelah debu-sebu.
setelah lingkar jalan berterjalan khianat
pada arah tuju
seakan memanjangkan lempeng lengangnya sendiri.
setelah gasing angin di telinga. setelah lelah cangrama
pematang pada runduk daun-daun padi tiada bernas.
setelah tangis petani-petani.
setelah lengkap perjalanan ini sebagai kembar air mata.
Free fall flow, river flow
On and on it goes
Breathe under water ‘till the end *)
maka ke sungai aku kembali sebab setiap kepergian
adalah juga sebuah kepulangan.
dan setiap kepulangan.
selalu dinantikan.
percayalah!
2015
*) lirik lagu Yes, The River knows (The Doors)

Angin di Sini

angin di sini tak urung membawa 
namamu kembali
gerah sesekali
madah lelah kian nyata
lenggang lengang meningkahi
sepi dalam diri
Paduka, genggamlah
genggamlah kami dalam
kemahasempurnaan kasihmu
biar resah ini menjelma rindu
tiada batas demi beserba
kemahaperkasaanmu belaka
mengayuh dalam desir
nadi yang sembilu
angin di sini tak urung
merupa sabdamu
2015

Childlike

/1/
Ayo kita
mengguntinng
batu yang
berbungkus
kertas
/2/
Ayo kita
menyulap
kanak-kanak jadi preman
/3/
Lalu kamu mau jadi apa
kertas batu, atau gunting,
atau parasit saja?
ternyata
Acep Utsman Arifin, kini bekerja di sebuah lembaga bahasa di Bandung dan bergiat di komunitas GENETIQ.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Acep Utsman Arifin
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 4 September 2016