Ciwidey – Bajigur Balubur

Karya . Dikliping tanggal 5 Februari 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Ciwidey

— untuk Yogi Yogiswara

Subuh membangunkan embun di pucuk daun
Bunyi air mengalir membujuk mimpi lingsir
Sisa warna bulan memenuhi langit selatan
Saatnya ramai langgar, seiring terbuka pasra
Kue balok yang matang pertama
Disajikan bersama kopi dan kabar cuaca
Lampu-lampu jalan bergilir padam
Mengakhiri kisah perjalanan malam
Salam matahari kepada padi yang menghijau serupa wakil mempelai yang berbalas pantun
Tiba saatnya kaki melangkah ke kawah
Danau dengan harum belerang yang merekah
“Kami, para penyair kota besar, menagihmu
Nasi liwet berteman pepes eda di tengah huma
Di bawah dangau teduh, dalam buai angin tenggara
Kami tak akan sekali-sekali melupakan janjjimu.”

Bajigur Balubur

— kepada m Fadjroel Rahman
Sulit dipidahkan dingin malam dnegan hangat puisi
Yang mengepul dari gelas-gelas bajigur
Kita melepaskan teori dan soal-soal ujian
Dari badan dan pikiran, ditukar bakwan
Dan jajanan ringan
Siapa bisa membaca nasib demonstran?
Malam ini mempercakapkan Gabriel Garcia Marques
Esok pagi berdiri di mimbar lapangan basket
Dengan atribut pemberani di saku jaket
Sulit dipisahkan nyanyian pemusik jalanan dengan 
Kerinduan anak rantau pada kampung halaman
Jarak Bandung – Banjarmasin mudah tertempuh syair
Namun di sini putra daerah sedang keras berpikir
Adakah yang janggal pada ketentraman negeri in?
Api dalam sekam dan tangan sibuk menggunting lipatan
Engkau tak sabar, engkau tak gentar, orde ini harus dilawan
Meski kemudian mendekam sebagai penyair bawah tanah
Sulit dipisahkan harum bajigur dengan udara Balubur
Setiap kali kali batin dan benak giat bertempur
Ombak perasaanmu terus berdebur
Perjuangan tak pernah luntur

Kurnia Effendi, dilahirkan di Tegal, 20 Oktober 1960. Sepanjang karier sebagai  penulis, telah menerbitkan 16 buku, 3 di antaranya antologi puisi. Bukunya yang terbaru “Senarai Persinggahan” (kumpulan puisi, 2016).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Kurnia Effendi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” edisi Minggu 5 Februari 2017