Dalam Peti Mati – Senja – Serenada Senja – Rahim Cahaya – Pintu Waktu – Kutaruh Segenap Rapuh

Karya . Dikliping tanggal 20 September 2015 dalam kategori Arsip Cerpen, Arsip Puisi, Koran Lokal, Minggu Pagi

Dalam Peti Mati

kebenaran menggigil
seperti patung yang berdiri
di antara hirukpikuk pembenaran
riuh kata tanpa makna
gemanya ke mana-mana
menerobos bangunan martabat
kebenaran beringsut
hilang tertutup kabut
mengatup di padang sunyi
terpenggal pedang zaman
yang dibangun atas nama peradaban
kebenaran yang pingsan
dijadikan tumbal
di atas altar dan sesaji
di abad yang menarik
kebenaran dalam peti mati
berjalan sendiri
menuju pemakaman

Senja

senja menyimpan laksa cerita
selalu menyapa siapa saja
yang ingin menumpahkan kata
dan air mata
senja tak pernah letih
mengantarkan matahari
ke peraduannya,
tahta mahapekat
senja selalu terjaga
bagi hati yang merindu sunyi

Serenada Senja

senja beringsut di balik kabut
bulan mulai berdandan
sembari senandungkan nyanyian sunyi
lenakan para pemimpi
dan aku,
masih meniti dermaga retak
di antara deburan laut yang mengantarkan
ingatanaku pada sebingkai rindu

Rahim Cahaya

kitalah anak-anak yang lahir
dari rahim cahaya
bersayap pelangi
terbang menari
mengitari galaksi
membentuk kisi-kisi puisi

Pintu Waktu

pintu mana yang hendak kautuju
sedangkan kelak
akan kaulihat
benda-ebnda serupa pintu
sementara tubuhmu sudah tak kuat
menyangga beban sekarung kunci
yang semuanya telah patah
dan kau, hanya akan bediri
di batas pintu waktu
yang terbangun dari cerita-cerita purba

Kutaruh Segenap Rapuh

kutaruh segenap rapuh
di atas daun yang luruh
biarlah dia pergi bersama angin
dan jangan pernah kembali
hatiku masih teguh
menatap segala keruh
sebab hidup
harus terus kukayuh
dan doa
bukan sekadar keluh
Magelang, 2015
Joshua Igho: lahir di Magelang, sekarang tinggal di Yogya.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Joshua Igho
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” 18 September 2015