Di Buritan Malam – Losari, Penjaga Rumah Hasanudin – Jeruji Bangsa

Karya . Dikliping tanggal 28 Agustus 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra

Di Buritan Malam

Di kota kelam tampak dingin mati di ragaku
Dilepaskannya angin mencari tuan sendirian hingga terdampar di dedauanan narwastu
Bunga-bunga mengigau setelah pulang dari mimpinya
Di buritan malam, waktu semakin tua, menguban detak-detiknya
Mencari kotak matinya dan menggali kuburnya masih sendiri-sendiri
Dari atas doa ku lihat 
Jiwaku menari di lembah malam
Merayu TUHAN ampuni dosa seharian
Kala mimpi segera menjemput
Sedia ranjang dibawaku ke alam kedua
Setubuhi malam hingga beranak matahari esok.
Makasar, 27-Agustus-2016

Losari, Penjaga Rumah Hasanudin

Setelah senja kembali kerumahnya,
Ada pelangi di langit losari
Malam bercerita cinta bersama ombak
Digaulinya pantai berambut putih itu
“Losari” adalah gadis kota yang menjaga rumah Hasanudin
Berdandan duabelas suku dengan lima simpul agama di kepalanya
Tarian molek nan indah merayu mata lekas mencumbu
Rupawan berawan pahlawan
Junjung negeri Hasanudin beradu taji mati di tanah sendiri
“Rotterdam” itu tempat jiwa leluhur Makasar menyanyi kemerdekaan; Hasanudin berkibar di atas tiang.
Makasar, 27-Agustus-2016

Jeruji Bangsa

Berpuluh-puluh peluh 
Luluh lalu jenuh
Kembara di padang negeri
Beri diri memandang ngeri
Jeruji bangsa adalah kami 
Pahlawan tak bernama
Yang dikurung oleh kemiskinan
Meski merah di langit dan putih di bumi
Kami tetap huni taman kelana
Dengan dosa yang mahal
Kami bayar keringat dan darah pejuang
Memantik bara yang terbuang hina oleh pengkhianat
Dan kami adalah penyelamat yang tak selamat di balik jeruji.
Makasar, 27-Agustus-2016
Jefry Seran Tahuk, Mahasiswa STFK Ledaro, asal kabupaten Malaka-NTT, adalah juga penikmat sastra yang tidak terkenal. Beberapa karyanya pernah dimuat di media cetak lokal, media sastra online dan facebook. 
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jefry Seran Tahuk