Di Kotaku

Karya . Dikliping tanggal 25 Maret 2019 dalam kategori Arsip Puisi, Kedaulatan Rakyat, Koran Lokal

Di Kotaku

di kotaku mesti tak semua pelupa
di setiap senin pagi
selalu diberi tanda suara
dimulainya hari kerja

(dari seperangkat gamelan di pendapa
yang diberi nama Gong Senin
menjadi ritual
sejak jaman kolonial)

di sekolahan-sekolahan
ada tanda yang berbeda
ketika akan masuk kelas
dan jam istirahat

lalu bagaimana kabar di kotamu
tentu berbeda

Jepara, akhir Agustus 2018.

Kota yang Menguar

menyebut kotaku
orang-orang mudah memberi tanda

sejak jaman dulu
bau pernis atau plitur menguar
tetapi seirama ombak di pantai kartini
gelombang datang gelombang pergi

kapal-kapal pengangkut barang
tak riuh lagi

langit yang terang dan temaram
mengaburkan cakrawala
pohon-pohon kering getah
menyusut pula sawah-sawah

tumbuh bangunan-bangunan industri
seperti migrasi

pelan-pelan menguar tanda kota ini

Jepara, akhir Agustus 2018.

Jepara

kalau dilihat di gambar peta pulau Jawa
sepadan gambar sapi melipat kaki
oleh anak-anak sekolah dasar kelas
satu, dua, tiga

kota ini berada di punuknya
di ujung utara pulau Jawa
kota yang jauh dari kota-kota kamu
kota yang dekat ombak

dalam sejarah
kota ini pernah menjadi bandar besar
kapal-kapal berlabuh kapal-kapal berlayar
membawa rempah-rempah dari berbagai daerah
oleh penjajah dibawa ke mana entah

kotaku yang jauh

Jepara, Agustus 2018.

Di Kota Ini (1)

kota ini pernah menjadi balon
ketika langit sementara berawan
anak-anak membayangkan
sedang pesta ulang tahun
dengan berbagai pernak-perniknya

orang-orang mendengkur

Jepara, Agustus 2018.

Di Kota Ini (2)

selalu bercermin pada ombak
pasir-pasir di pantai terberai
belajar keikhlasan

kota ini
yang selalu belajar pada jam
naik dan turun
seperti punggung unta
laut gemar mengirim asin garam

kota ini
yang selalu belajar mengingat
gelisah kartini

Jepara, Agustus 2018.

Malam Minggu

terjebak aku dalam irama
lagu-lagu yang meriah
melupakan pedih
dari hari-hari penat
diluruhkan

mari kita lupakan sejenak
apa siapa kau aku
duduk-duduk di taman
ngobrol di kafe
atau nonton film
dengan teman masing-masing
tawa yang sama
dalam suasana yang diriuhkan

tak ada matematika
malam minggu yang terbuka
suka dan duka

Jepara, Agustus 2018.

Yang Paling Sederhana

yang sering mudah cepat lupa
suara batuk nenek-nenek kita
dan kita lupa
doa-doa yang sudah hapal sebelumnya

lengang jalan menuju makam

kita sering lupa
di mana meletakkan kacamata
karena waktu tak tersisa
hari-hari mendera

Jepara, Agustus 2018.

Kesia-siaan (1)

di kamar tidur
usia mendengkur
aspal menguap
di lengang jalan

di kamar tidur
mimpi-mimpi turun
malam diturunkan
tak terulang pulang

di kamar tidur
tak ada rencana
kecuali gurauan
sebelum tidur

Jepara, Agustus 2018.

Kesia-siaan (2)

hari-hari terbang
bersama ranjang
kurang sepertiga
usia

malam-malam pergi
bersama mimpi
tak kembali

hari-hari enyah
oleh jengah

kurang sepertiga
usia

Jepara, Agustus 2018.

*)Sunardi KS d/a – Apotik Abdi Jepara Jl. Kartini 2, Jepara 59411


[1] Disalin dari karya Sunardi KS
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 24 Maret 2019