Di Kuil – Bayangan Langit – Pagi di Kebun Kubis – Mengantar Ibu – Setangkai Teratai

Karya . Dikliping tanggal 5 Maret 2017 dalam kategori Arsip Cerpen, Arsip Puisi, Koran Kompas

Di Kuil

Dalam kepala seorang pendoa
Seekor anjing tak henti menyalak
Meski lantunan sutram dengung mangkok labu
Juga suara abu hio menyentuh lantai
Telah dua jam mengepungnya

Bayangan Langi

Mendengar bibir seorang manusia
Menjelaskan padanya tentang seluk-beluk surga
Bayangan langit di kubangan
Pelan-pelan mengelam

Pagi di Kebun Kubis

Tanpa sekali pun menoleh ke ibu mereka
Yang membusuk di antara tumpukan kol tua
Dua anak kucing berkejaran
Menerobos daun-daun berembun
Di kebun kubis berselimut halimun

Baca juga:  Bangsa yang Menghargai Para Koruptor

Mengantar Ibu

Dari balik batang randu
Ia saksiskan orang-orang memasukkan peti
Berisi ibu ke dalam liang. Seekor burung gereja
bertengger di salah satu ranting pohon itu
mendongak ke gumpalan awan yang berubah warna

Setangkai Teratai

Patung Avolokitesvara tegak di puncak bukit
Di tangan kirinyam setangkai teratai tak pernah kuncup-layu
selalu rekah dihantam hujan atau diserang debu
namun beku




Inggit Putria Marga lahir dan menetap di Bandar Lampung. Buku puisinya berjudul Penyeret Babi (2010).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Inggit Putria Marga
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi 4 Maret 2017

Baca juga:  Saat Yama Kembali