Di Mana Alamat Rindu

Karya . Dikliping tanggal 7 Januari 2019 dalam kategori Arsip Puisi, Suara Merdeka

Di Mana Alamat Rindu

I: Dialog

kau bertanya, di mana
alamat rindu?
ketika kujawab,
di hati malam saat
waktu lelapkan pertemuan
kau kembali bertanya, mana
jalan menuju perjumpaan?

aku berujar, turuti kaki
lelaki yang dikutuk rindu
lalu menatap bukit
tapi dia silau oleh cahaya
maha Cahaya

kau kembali bertanya,
apakah rindu ada di bukit itu?
aku jawab, lebih tinggi
karena itu tak mampu kau daki

lalu kau bertanya lagi, ke mana
harus kutemukan rindu?
sebelum kujawab, lama aku terdiam:
cari sampai kau tak lagi bertanya

di mana rindu?

2018-2019

II: Arah Jalan

selalu jalan menuju
alamat itu
tak pernah silau

kau mengarah selalu
ke jalan itu. sebuah
alamat tiada di buku
tapi muncul dari igaumu

lalu seseorang menanti
dalam alamat itu; igau
yang semayam di matamu
setiap terpejam
dan menatap jauh

barangkali, nanti, alamat
itu benarbenar hilang
kau tak henti memburu
dan aku akan meletakkan

di tanganmu. meski
sudah berubah, alamat
itu tak lagi mengenalmu
sebab sudah kububuhi

seluruh perjumpaan

3-4 Januari 2019

Bukan Pelantun

: Karaoke Room
aku bukanlah pelantun
meski aku akan bernyanyi
untukmu. hanya satu
lagu, itu pun begitu pilu

aku hanya miliki rindu
tak busa kuganti nyanyian
maka aku akan mengeja
setiap baris lagu

yang kau lantunkan
dan seperti kusaksikan
biduan di panggung
betapa aku melambung

tapi, aku bukan pelantun
maka kunikmati nyanyianmu

dan, kau begitu rindu
lalu aku kian sendu

4 Januari 2019

Isbedy Stiawan ZS, lahir di Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958, dijuluki oleh HB Jassin sebagai Paus Sastra Lampung. (28)


[1] Disalin dari karya Isbedy Stiawan ZS
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Suara Merdeka” Minggu 6 Januari 2019