Di Toko Peti – Teman-Teman Maaf

Karya . Dikliping tanggal 13 November 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Di Toko Peti

”Berapa harga peti ini, Cik?”
Tacik pemilik toko yang bulu matanya
Lentik menyebut harga dan menjelaskan
Bahwa petinya dari kayu terbaik, dilengkapi
Tivi, kamar mandi dalam, AC, dan kopi
Pembeli dijamin senang dan tenang
Oh, murah sekali, batinnya
”Beli satu saja. Untuk saya sendiri nanti
Saya bayar dengan semua kekayaan saya.”
Sesuai kesepakatan, peti dibawanya pulang
Dipanggulnya sendiri di bahu kiri
Terbayang suatu hari kelak jika tiba saatnya
Ia akan masuk di dalamnya. Masuk sendiri
Dan akan keluar-masuk semaunya sambil
Tersenyum bahagia
Cimahi, 2016 

Teman-Teman Maaf

Maaf sedang pergi jauh
Tangannya laut luas
Matanya langit bercahaya
Orang-orang menyebut namanya
Nama pendek namun panjang bagai lidah
Maaf terlahir dari rahim bernama salah
Dari bapak bernama lupa
Sahabatnya bernama iya sama-sama
Musuhnya bernama diam, pura-pura
Dan basa-basi
Maaf pergi jauh meski ia sebenarnya ia
Tak ke mana-mana. Dari hari ini
Orang-orang menyebut namanya
Ia lahir sebelum jam diciptakan
Jauh sebelum ruang dibikin
Jika ia sudah tua, berapa berat
Badannya? Apakah ia juga suka puisi
Apakah ia juga suka puasa?
Jika ia keren, apakah ia punya 
Akun fesbuk dan twitter?
Maaf, apakah teman-teman tahu
Ke mana maaf pergi? Apakah pagi
Tadi ia mampir ke rumahmu?
Ke dadamu yang pintunya terbuat
Dari penyesalan dan baja yang keras?
O, maaf, bagaimana kalian akrab
Dengan maaf? Apakah kalian
Teman-teman maaf?
Sungguh? Betul?
Jika salah, kau harus mencari maaf
Ke dalam dirimu yang sebetulnya
Tak kau kenali
Muntilan, 2016
Hasta Indriyana, lahir di Gunungkidul, 31 Januari 1977. Buku puisinya yang mutakhir, Rahasia Dapur Bahagia (2016).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hasta Indriyana
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” edisi Sabtu 12 November 2016