Do’a Sajadah Usang

Karya . Dikliping tanggal 12 Februari 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra
Kemana pergi mereka
Saban waktu hingga senja
Terus mengejar dunia
Tergoda oleh rayuannya
Apa yang mereka kerja
Hingga melupakan sang pencipta
Pemberi segala rasa
Hidup dan mati ada di tangan-Nya
Tidakkah rindu bersujud memohon do’a
Menunaikan kewajiban seorang hamba
Sanggupkah menahan siksa
Saat roh berada di alam berikutnya
Sajadah usang merasakan duka
Hanya menjadi penghias mata
Dibalut debu telah lama
Berharap ada yang bersujud diatasnya
Ya Ilahi Rabbi…
Segera sadarkan mereka
Yang terhipnotis alam semesta
Menebarkan pesona fana
Bila masa telah tiba
Menghadap yang maha kuasa
Diatas sajadah usang menghembus nyawa
Alangkah beruntung jika demikian mereka
Sajadah usang terus berdo’a
Tak kenal lelah terkikis masa
Karena shalat ibadah utama
Serta menjadi tiang agama.
Ujong Kareung, 10 November 2016
Muksalmina,lahir di Sabang 16 November 1997.Penggiat sastra.Alumni MAN Sabang (2015).Saat ini menjadi santri di Dayah Ulee Titi, Aceh Besar, Aceh).
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Dikirim penulis melalui email.