Fragmen Janin – Kaki-kaki Kopi

Karya . Dikliping tanggal 22 Februari 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Fragmen Janin

masih sempat kudengarkan kelebat gagak di dahan ingatan
seusa pemakaman kesakitan kita dalam gondokan jantung masing-masing
karena hujan telah melerai perseteruan demi perseteruan antar kita
yang tak pernah habis dilebur cuaca, dilumat masa
di batas kota tanpa penghuni ini, kita saling memojokkan kesalahan
tentang tangis begitu giris dan kegetiran teramat fakir
setelah kita menyadari ciuman panjang yang menyeret leher kita hingga erat
dan tangan yang saling mengunci tubuh mempercikkan kelenjar malam
dan tempias-tempias anyir di tembok gedung-gedung
tubuhmu menggonggong di tubuhku
dan tak akan ada yang terlewat dari ruas-ruas jalan di kepalaku yang kau salah
akupun masih mencium bau bangkai dan selokan dari celah bibirmu yang karat
dan kutemukan genangan serapah memenuhi tentang matamu yang pekat
ternyata kau telah lama mengandung janin-janin anjing lasak
Banjarmasin, 2015

Kaki-kaki Kopi

pagi-pagi sekali, kau sudah menyeduh matahari dan serbuk gerimis
lalu membuang ampas hujan
di cangkir matamu yang hangat, dan serong mulutmu kuhirup bau kopi menguar
kita belum latah dengan keadaan ini sebab banyak hal kecil mudah larut
kau larung segala kecamuk dada serta nganga luka pada kopi
maka dari itu, rasa kopi yang kaubuat selalu berhakikat sepat dan pahit
tapi kau selalu setia menyajikan kopi untuk orang-orang yang tak pernah mengerti
makna cinta, rindu sekaligus candu
yang mereka tahu hanya datang tanpa mengetuk pintu dapur
dan pergi dengan terlarang meninggakan kesakitan dan erangan
sayangnya aku pun tak pernah habis meneguk kopimu
hingga aku tak ikut tahu apa yang tersisa dari rintihanmu di pagi ini
ketidak sanggupan kubahasakan dalam diam, menatap
kaki-kaki buih yang telanjang mengitari bibir cangkir ingatan
Banjarmasi, 2015
*) Rezqie Muhammad AlFajar Atmanegara, lahir di Hulu Sungai pada 5 Juni 1994, karya-karyanya banyak terbit di berbagai majalah dan koran lokal dan nasional juga dalam sejumlah antologi sastra bersama. Kini berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Rezqie Muhammad AlFajar Atmanegara
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” pada 22 Februari 2015