Hanya Hiburan Sederhana

Karya . Dikliping tanggal 3 Desember 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Hanya Hiburan Sederhana

Hanya hiburan sederhana
senyuman di terang kursi
mata lelaki menuju ramai

dan wanita di antara sepi
hanya mampu memandang bulan
sambil menikmati kisah
yang mengepulkan gelisah

kata-kata bukan untuk mengubah perasaan saja
hanya waktu malam tinggal seperempat
lelaki perlu mengekalkan jejak dari sibuk
sebab yang dekat di luar pandangan
perlu kehadiran sebagai penangkal rindu

hanya hiburan sederhana itulah,
suara semakin nyaring
batin semakin kering
tetapi mata semakin tajam
mengingat wajah yang hangat
dan mungkin takkan berkarat
walau jalan sampai akhirat

Alih Profesi

Akhirnya aku memutuskan
mengganti pakaianku yang sudah kelelahan.
Sebab tak menjamin identitas dan kemewahan nurani,
Sebagai banting tulang yang seharusnya
menyelamatkanmu dari arus kehidupan.

Mimpi memang mudah diterjemahkan
Tetapi begitu sulit dipahami dan cermin dirimu sendiri
Aku akan beralih profesi
Menjalani musim paling nyeri.

Ujang Saepudin, lahir di Cianjur, 5 Juni 2996. Sekarang tinggal di Cipanas, Kampung Rarahan, RT 04 RW 08, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Suryakancana Cianjur. Karyanya pernah dimuat dalam antologi bersama HPI Riau 2018, Kunanti di Kampar Kiri, Antologi Puisi Festival Sen1 Multatuli Lebak Banten 2018. Aktif di Ruang Sastra Cianjur (RSC).


[1] Disalin dari karya Ujang Saepudin
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 2 Desember 2018