Hikayat Selembar Daun

Karya . Dikliping tanggal 26 Juni 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra

Hari ini
Selembar pucuk mekar dari tangkainya
Hijau dan bercahaya
Ditimpa matahari hingga senja

Namun esoknya semua sirna
Tangkai yang indah dimakan ulat berbisa
Tinggal tulang daunnya
Lalu rontok tak tersisa

Hari ini Tuhan karuniakan semua
Seakan hidup ini selamanya
Namun takdir siapa yang menyangka
Segala yang di dunia ternyata memang fana

Jika esok aku tiada
Tak ada wasiat yang aku pelihara
Selain kafan dan kerenda
Serta kenangan indah bersama di dunia

Selagi umur masih tersisa
Selagi nafas masih ada
Perbaiki diri menjadi manusia mulia
Agar siap menghadap Tuhan yang maha esa.

Sabang,10 Juni 2016

Muksalmina, laki-laki kelahiran Sabang 16 November 1997.penggiat sastra.tinggal di jalan Lanud Maimun Saleh,kelurahan Ujong Kareung,kecamatan Sukajaya,kota Sabang,Aceh.alumni MAN Sabang (2015).saat ini menjadi santri di dayah Ulee Titi,Aceh Besar.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina
[2] Apresiasi dan terima kasih kepada penulis yang telah berkenan mengirimkan karyanya