Hisab Diri-10-Kopi Hitam – Wajah-wajah yang terlupa

Karya . Dikliping tanggal 2 April 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Hisab Diri-10-Kopi Hitam

Aku telah banyak melihat kematian
Jiwa
Nurani — –
Hati dan budi
Seperti kopi yang kuseduh malam ini
Begitu hitam!

Wajah-wajah yang terlupa

Semantis malam. Setumpuk kenang
Bait-bait sunyi berlomba-limba
Wajah-wajah yang terlupa
Rindu-rindu berkencan. Pada yang entah
Serangga malam. Alunan merdu tak terasa.
Sunyi adalah aku. Sepi adalah waktu. tertinggal
Di sana jiwa-jiwa –sebagian telah mati
Sebagian bangkit. Sekadar menulis
rasa rindu.


  Dian Rusdi, lahir 9 Mei tahun 1980 di sebuah desa di Cianjur Selatan, sekolah dan besar di Bandung. Aktif menulis di blog pribadi. Menulis artikel-artikel pendek, opini sastra, puisi, prosa, prosais, cerpen, kata bijak, bedah/apresiasi puisi. Buku (antologi bersama) “ISBN: Antologi Rindu”, “Antologi Misteri”, “Antologi Alkisah Ramadhan”, “Antologi Jalan Pulang”, “Antologi Desember”, “Antologi Baca-Tulis”.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dian Rusdi
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 2 April 2017