Iklan Duka Cita 1 – Perias Jenazah

Karya . Dikliping tanggal 6 Desember 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Iklan Duka Cita 1

Kami tak tahu
Sejak kapan persisnya
Ia menjadi penggila berat
Rubrik iklan kabung
Pun lebih tak paham kami
Kesenangan apa didapatnya
Dari membacai pengumuman
Orang-orang mati
Tapi konon pernah ia bilang 
Di negeri di mana segala urusan 
Serba tak pasti jadinya ini
Sekolom iklan duka
Dengan gayanya bersahaja
Lurus apa adanya saja
Menyodorkan kejadian
Pasti tak terbantah
Pada bidang datar
EMpat persegi putih itu
Tak ada akal-akalan
Kotor busuk apa jua
Lihat wajah si mati
Terang terpampang
Lurus mandang kita
Dengan tatapnya takzim
Seakan ia mau bilang
Ah, mungkin meyakinkan
Tak ada dusta antara kita
2015

Perias Jenazah

Berbaringlah tenang di situ
Hikmati tubuhmu sepi sendiri
Sementara kami siapkan
Sebentar segala sesuatunya
Ini kesempatan penghabisan
Bagimu bersapaan dengan dunia
Mari, lenganmu kaku telanjur
Terpaksa kami patahkan dulu–
Sekadar merapikan kesan belaka
Tapi tiada lagi nyeri, bukan?
Maka senyumlah, senyum setulus bumi
Gumpal kapas ini akan membantu
Sesudah setelah jas dan dasi
Sepatu dan sarung tangan sutera
Jangan ada guratan dendam
Pada rautmu legam membiru
Meski kami paham pastilah
Getir tandas lakonmu
Buatlah dunia sekali lagi terkecoh:
Sungguh kau cintai musuh terkasih
Ingatlah, ini kesempatan terakhir
Sudah ini sungguh mimpi berakhir
Tapi tatapmu alangkah suram, pejamlah
Nah, begitu kami kira lebih baik
2015
Ook Nugroho lahir di Jakarta, 7 April 1960. Buku puisinya, antara lain, Tanda-tanda yang Bimbang (2013). 
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ook Nugroho
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” pada Sabtu 5 Desember 2015