Kampung Oloran 1 – Kampung Oloran 2 – Kampung Oloran 3 – Kampung Oloran 4

Karya . Dikliping tanggal 17 September 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Kompas

Kampung Oloran 1

sebuah perahu terdampar di dasar halaman rumahku
dan aku berjalan di atasnya memandangi bunga-bunga
dan kolam tanpa karang dan gelombang

kau tepuk pundakku, kutoleh dan kau peluk aku

dan kudengar kersik kelaras di antara kulit kita

dan bisikmu angin menegangkan layar dan tali-talinya ke udara


kau telah siap? 

sebelum jawab semua telah berderap

(2017)

Kampung Oloran 2

menata ulang taman
kurapikan beberapa tanaman

tak kupilih gunting untuk ranting kering
tak kupilih sabit untuk akar yang berbelit

Baca juga:  Sajak Iseng Menembakmu - Olih-olih untuk Serdadu - Sakura Manize - Kimono Manize

hanya kuangkat yang jatuh
hanya kukumpulkan yang berserakan

kepermaian (pikirku)
adalah kerusakan

yang tak bisa dipungkaskan
meski pagi jadi malam

(2017)


Kampung Oloran 3

samar terdengar senandung
ini orang menyanyi atau mengaji?
mungkin mesin mendengung
bisik angin
hanya pantulan dan tangkapan
hanya bayang-bayang
mainan gelap dan terang

(2017)

Kampung Oloran 4

bapak dan emakku adalah debu

di kemarau dingin bediding ini mereka
memelukku erat sepekat warna gelap

cahaya hanya membuat silau mata
pada pantulan dan bayang-bayang

Baca juga:  Kidung Kudang - Jumpritan - Balon - Enthung Uler Jedung - Kothekan - Kitiran - Gapungan - Jaran Debok - Layangan - Ngasak

rumahku
kata gelandangan itu
adalah tubuhku

(2017)

F Aziz Manna lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, 8 Desember 1978. Buku puisinya, Playon (2015), mendapatkan Kusala Sastra Khatuulistiwa Ke-16.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya F Aziz Manna
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kompas” edisi Sabtu 16 September 2017