Kisah Dari Penjara Suci

Karya . Dikliping tanggal 9 Januari 2016 dalam kategori Arsip Puisi, Kliping Sastra

Kisah Dari Penjara Suci 1

Dengan Basmallah saya mulai
Bercerita tentang penjara suci
Tempat tinggal para santri
Tuk menuntut ilmu mengenal Rabbi

Ketika subuh mulai menyapa hari
Terlihat santri sibuk sekali
Ada memasak ada yang mengantri
Suasana ramai di kota santri

Disaat mentari mulai tinggi
Pondok asrama mulai sepi
Para santri berkumpul di tempat mengaji
Ustazd mengajar dengan sepenuh hati

Ketika malam mulai berseri
Suasana di pondok masih ramai sekali
Ustazd membahas kalam ilahi
Saat dini hari baru berhenti

Kadang teringat kampung sendiri
Ketika senja di kota santri
Meneteskan air mata di pelupuk hati
Rindu belaian abi dan ummi

Kerabat datang sebulan sekali
Mengantar uang dan kebutuhan sehari-hari
Namun jika tak ada yang mengunjungi
Sabar dan ikhlas merajai sanubari

Sekian kisah dari penjara suci
Pemuda dan pemudi harap mengerti
walaupun sulit kami akan lewati
Demi mengharap ridha Ilahi.

Kisah dari Penjara Suci 2

Dengan Basmallah saya mulai
Melanjutkan kisah dari penjara suci
Tempat merajut asa para santri
Untuk jadi penerus ulama sejati

Fajar menyingsing di kota santri
Tanda segala aktivitas dimulai
Riuh laksana tabuh genderang di tengah sepi
Membangunkan santri dari mimpi

Hingga cahaya matahari berhenti
Kota santri tak pernah sunyi
Para penuntut ilmu semangat sekali
Ingat cita-cita yang terpatri di hati

Nahwu dan Sharaf jadi makanan sehari-hari
Disamping Tauhid,Fikah dan Ilmu Sufi
Meski kadang lelah mendera diri
Menghafal dan mengulang tak boleh terhenti

Walaupun santapan hanya ikan teri
Bahkan terkadang tak ada sama sekali
Karena kiriman tak datang berhari-hari
Berdo’a dan puasa jadi solusi

Jika masalah datang bertubi-tubi
Nasehat dari ‘Guree’ jadi motivasi
Membaca Al-Qur’an jadi obat hati
Disaat teringat orang tua dan kampung sendiri

Meski sulit kami akan jalani
Demi memperjuangkan Islam harga mati
Dari aliran sesat dan komunitas yahudi
Para Santri-lah yang jadi tonggak pembasmi

Demikian kisah dari penjara suci
Penjara yang semerbak kebun surgawi
Dilain waktu akan kita lanjuti
Jika diberi kesempatan oleh Ilahi Rabbi.

Pulau Weh,5 Januari 2016

***
Note : Puisi ini saya dedikasikan untuk seluruh Santriwan/i di seluruh Indonesia.


Muksal al-Faruq adalah nama pena dari Muksalmina.Lahir di Sabang,16 November 1997. Santri di Dayah Ulee Titi,Aceh Besar.Penggiat sastra.Tinggal di jalan Lanud Maimun Saleh,desa Ujong Kareung,kecamatan Sukajaya,kota Sabang,Aceh
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Muksalmina Sabang
[2] Apresiasi dan terima kasih kepada penulis yang telah berkenan mengirimkan karyanya