Kopi – Legal Logging – Prajurit – Penyair

Karya . Dikliping tanggal 27 September 2015 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Kopi

Setelah kuteguk
Kopi di tubuhku mengantuk
Ia tidur mendengkur tanpa
Doa dan cerita
Aku pun berjaga menunggui
Mata malam yang tak mau terpejam
Tidurlah, aku akan menemani sepi
Yang kesepian menghitung dengkur waktu
Yang tak pernah tidur
Magelang, 2015

Legal Logging

Manusia menebang pohon
Menjadikanna kertas lalu menulis
Kata-kata di atasnya agar kita
Tidak menebang pohon-pohon
Berbah, 2014

Prajurit

Jujur, diam-diam aku mencintai prajurit
Yang matanya biru pualam. Tiap saat
Kusempatkan waktu mencuri tampan wajahnya
Langkahnya yang dingin, dan kata-katanya
Yang ringkas tumpat seperti sajak padat
Demikianlah, tiba di satu waktu ketika
Kerajaan diserang-digempur sepasukan
Berseragam hitam yang penuh siasat
Malanglah kami, Benteng ditembus, kuda
Direbut, para menteri celaka diculik
Aku dan dirinya mati kutu ditawan lawan
Jariku digenggamnya, dan betapa likat
Dada itu mendekap kesepian
Dari kejauhan, berdua kami hanya
Bisa melihat pertarungan satu-dua bidak
Patih, dan kuda di atas papan putih-hitam
Bagai menonton sandiwara di panggung yang
Terpanggang resah dan serakah
Aku tahu, suamiku yang tua dan payah
Kewalahan menangkis musuh yang tangkas
Ya, mirip ketika dia membalas kerling selir
Selirnya di sepanjang ranjang
Babadan, 2015

Penyair

Puisi tak memakai baju
Ia datang menemui dengan malu-malu
“Dengan kemaluan ini aku
Pasrah-srah kepadamu.”
“Ya, kemarilah, lama
Aku tidak bersetubuh dengan tubuhmu
Bagian mana yang paling intim pingin
Kutulisi?”
Magelang, 2015


Hasta Indriyana lahir di Gunung Kidul, DIY, 31 Januari 1977. Buku puisinya yang mutakhir, Piknik yang Menyenangkan (2014). 


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hasta Indriyana
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” Minggu 27 September 2015