Belum Usai

Karya . Dikliping tanggal 17 Desember 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Lokal, Pikiran Rakyat

Belum Usai

Kekasih, adakah yang
lebih puisi dari air mata
Mata air laki-laki?

Berdirilah menghadap barat
menatap senja dan jangan sesekali
menoleh ke belakang. Aku tak mau kau
melihat air mataku berlinang

Dan sekelebat rambutmu biarkan menjadi tirai
Bagi rinduku yang belum usai

Banyumas, 2018

Mata Air

Lalu mata air yang kutahan itu
tetap deras membanjiri pipiku
sepi dan rindu silih berganti mengunjungi
dada yang mati suri

Baca juga:  Soma Inangun

Lihat, Kekasih
Jarak dan waktu tengah asyik tertawa
Padahal kita tengah sibuk
menahan air mata

Bekasi, 2018

Bahasa Malam

Malam mengirim utusannya bernama sepi

Menjaga hati yang tengah merintih
kala rintik hujan suaranya lirih
berpapasan dengan kangen
bersapaan dengan senewen

Bekasi, 2018

Raeditya, penulis muda asal Bumlayu Brebes. Sedang melanjutkan pendidikan S-1 teknik mesin. Bergabung di komunitas Bumiayu Cteative City Forum dan menjadi penulis puisi anak Balai Bahasa Jawa Tengah serta Senyum Lembah ijen 2018.


[1] Disalin dari karya Raeditya
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Pikiran Rakyat” Minggu 16 Desember 2018