Misteri Red Devil

Karya . Dikliping tanggal 2 Februari 2015 dalam kategori Arsip Cerpen, Cerita Remaja, Koran Lokal, Minggu Pagi
PUKUL 08:00, anak-anak asrama sudah bersiap di ruang makan. Mereka akan memulai hari baru di Red Devil School dengan kedatangan murid baru bernama Nicky.
Kedatangan Nicky disambut baik dan langsung didekati teman-teman. Saat itu Madam Maria baru teringat, kamar tidur anak-anak asrama sudah penuh. Setiap kamar hanya boleh ditempati satu anak. Tinggal satu rumah yang kosong, di dekat asrama. Rumah angker.
Nicky diminta menempati rumah itu. Nicky menerima. Tidak takut menempati rumah tersebut. Sebab ia menyukai hal menantang.
***
JADWAL hari ini selesai lebih awal dari biasanya. Anak-anak asrama senang. Mereka segera berhamburan mendekati Nicky. Semua anak ingin berkenalan dengan Nicky lebih akrab. Tapi Madam Maria melarang karena Nicky sudah direncanakan dikenalkan di depan kelas. Anak-anak asrama pun akhirnya pergi.
Madam Maria kemudian menjelaskan semua sejarah rumah kosong di balik asrama. Dan satu persatu ruangan di rumah kosong itu dibersihkan untuk ditempati Nicky. Tetapi tiba-tiba saat Nicky sedang mengambil barang-barang yang tak terpakai, ia menemukan sehelai daun berisi tulisan ‘Red Devil’ yang kotor diselimuti debu.
Segera Nicky bertanya kepada Madam Maria. Ternyata sehelai daun itu peninggalan pemilik rumah. Kata penjaga asrama, pemilik rumah kosong itu bernama Alex yang menyukai segala macam benda berwarna merah. Ia meninggal 10 tahun lalu dengan meninggalkan jejak tragis. Semasa hidupnya ia menjadi incaran Martin dan teman-temannya yang jahat: mengubur Alex secara hidup-hidpu. Hanya karena Alex tidak sengaja merusak milik Martin saat Alex dalam keadaan lemah ia tewas dihabisi Martin dan teman-temannya. Alex dikubur hidup-hidup. Tanda Alex sudah meninggal adalah tulisan Red Devil. Di sehelai daun itu. Tetapi mayat tubuh Alex sudah dipindahkan di makam yang benar.
Karena terbawa suasana, Madam Maria dan Nicky sampai terharu. Dulu Alex juga dicari banyak orang. Setelah dikubur hidup-hidup, Alex dikenal dengan kebaikannya.
Akhirnya Madam Maria dan Nicky tinggal di rumah kosong itu dnegan nyaman. Namun ada syarat, jika suara atau tulisan ‘Red Devil’ mncul dibiarkan saja.
Suatu pagi Nicky melihat tulisan Red Devil tertera di jendela. Terbuat dari darah. Karena sedaang sendirian, Nicky merasa takut.
Saat jam makan siang, Nicky membawa makanannya ke kamar bersama Madam. Setelah makan, Madam Maria terlebih dahulu keluar dan pergi ke asrama meninggalkan Nicky. Saat Madam pergi, Nicky merasakan keanehan di kamarnya. Tiba-tiba angin kencang masuk kamarnya, Nicky merasa merinding di sekitar tubuhnya dan membuat nafsu makannya berkurang. Saat Nicky membuka jendela, angin dan debu bertambah kencang masuk kamarnya.
Tiba-tiba ada suara membisikinyamasuk pintu rahasia di balik lemari pakaian. Nicky tidak sadar ia sudah di sana. Satu persatu pertanyaan Alex atau Red Devil terceletuk dari bibirnya. Semakin lama Nicky tidak bisa menjawab lagi karena ia benar-benar tertekan dan ketakutan. Arwah Alex itu mengira ia adik Martin yang ikut membunuhnya.
Nicky tidak tahu apa-apa karena ia sudah bangun dari alam bawah sadarnya. Saat lehernya mulai dicekik ia merasa ketakutan dan akhirnya Nicky menjawab pertanyaan Red Devil tersebut. Ia mengatakan semua kebenarannya sampai ia bertanya kepada Red Devil apa yang diinginkan selama ini.      Karena Nicky menjawab dengan jujur, Red Devil itu pun melepaskan tangannya dari cekikan. Nicky senang bisa bernapas lega.
Walaupun sosok Red Devil menyeramkan ia tetap mau menghadapi keinginannya selama ini. Semua diceritakan tentang kejadian sepuluh tahun lalu yang terjadi pada dirinya. Karena kejaidan itu sangat tragis, Nicky menjadi takut jika Martin masih hidup. Tetapi bagi Red Devil jika Martin masih hidup, kesempatan untuk membunuhnya.
Jika Red Devil membunuh Martin pasti masalah pembunuhan ini tidak akan selesai. Dan asrama maupun Red Devil School pasti akan terbawa dalam masalah ini. Semakin lama arwah Alex menghilang dan membawa Nicky ke kamar kembali. Nicky terkejut dan ingin mengulang kejadian yang baru dirasakan. Karena ia belum menyelesaikan makanannya, Nicky langsung bergegas dan pergi ke asrama. Sesampainya di dpaur asrama Madam Maria curiga dan tiba-tiba bertanya. Tapi, karena Nicky beralasan tidak enak badan ia pun langsung pergi dan meninggalkan pertanyaan Madam.
Segera Nicky kembali ke kamarnya dan menunggu kepastian jika Red Devil akan datang. Agar Madam Maria tidak tambah curiga, Nicky menunggu dengan tenang sambil tiduran di ranjang. Karena masih teringat pesan penjaga asrama, Nicky langsung menjawab suara yang muncul dari jendela kamar. Tetapi tiba-tiba Madam Maria datang smabil terkejut . Karena semua sudah terbongkar dan akhirnya Madam Maria  menjelaskan kepada Nicky, terutama Red Devil. Arwah Alex pun berjanji tidak mengganggu Nicky lagi, kecuali bila Martin menemuinya.
Ternyata waktu berjalan dnegan cepat untuk mengakhiri misteri Red Devil dengan Martin. Akhirnya, arwah Alex pergi meninggalkan kenangan berupa kejujuran dan sapu tangan bertuliskan Red Devil berwarna merah dengan cucuran darah mengalir.
Tidak hanya sapu tangan yang menjadi kenangan Red Devil juga meninggalkan jejak berupa jubah merah dilumuri abu kotor yang dihasilkan dari lenyapnya tubuh seorang Red Devil. Madam Maria benar-benar tidak menyangka Red Devil akan secepat itu meninggalkan Nicky muridnya, yang dianggap sebagai teman berbicara di pintu rahasia. Karena jejak peninggalan Red Devil begitu bersejarah, maka Madam Maria dan Nicky mengubur jejak yang berupa sapu tangan dan jubah milik Alex.
Sejak saat itu, Red Devil School menjadi aman. Seluruh anak-anak yang bersekolah sudah tidak takut sosok Red Devil. Rumah kosong belakang asrama sekarang menjadi tempat asrama. Semua anak banyak yang tinggal di situ bersama Nicky. Nicky senang karena di rumah itu sudah banyak temannya.
Karena Red Devil ternyata Alex yang baik, maka setiap tahun sekali ada upacara penghormatan kepada Alex. Alex yang menjelma menjadi Red Devil sudah hidup tenang di alam kubur. Sementara Martin dan teman-temannya, sejak kejadian itu insyaf dan menyadari kesalahannya. Martin dan teman-temannya sudah emnjadi orang-orang yang baik. Sejak kejadian itu, seluruh penghuni asrama sangat menghormati Alex. Setiap malam Jumat selalu ada saja yang memberi bunga buat Alex di pemakamannya. [uth]
Wiwi Susanti, Siswa SMPN 5 Purwokerto gabung Rumsh Krestif Wadas Kelir. 
Tinggal di Karangklesem Purwokerto.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Wiwi Susanti
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Minggu Pagi” pada 1 Februari 2015