Demonkrasi Pagi Ini

Karya . Dikliping tanggal 13 Maret 2015 dalam kategori Arsip Cerpen, Arsip Puisi, Mata Najwa
Belum lewat jam enam pagi, 2100 kaki memadati garasi
Seri E, alphard, camry dan satu pintu, lamborghini, sejak subuh pergi
Berganti spanduk, slogan, megafon, kamera DVD
Sarapan pagi, lengkap nasi padang, telor, sambal, ayam panggang dan tusuk gigi

Saudara-saudara, mari kita mulai dengan santiaji!
Keserakahan dan korupsi, jadi urat nadi di negeri ini. Kita adalah darahnya saudara saudara!
Komprador yang melulu bising, mengisi kantor dan rekening. Lalu kita, jadi nasabahnya, saudara!
Jadi, janganlah bimbang. Mari berjuang dan menang! Lawan perusak negara, lawan.

Baca juga:  Pertemuan yang Mengejutkan

Ayo, bariskan ambisi

Kuras habis negeri ini. Merdeka! merdeka! merdeka kekayaan kita
Lewat sedikit jam tujuh pagi, 2100 bersalin
10.000 sepatu, memacu nafsu, mengepal tinju
Hari ini parlemen, istana, mahkamah, kejaksaan dan KPK kita serbu!
Turunkan penguasa dan penipu, benalu kesejahteraan, juga kerakusan kita
Hahaha….tidak perlu ragu, saudaraku.
Semua ada ganjarannya
Semua aman kantongnya.
Semua ikut saja denganku
Elit-elit yang demonkratis, demon-demon yang bau amis
Lipat 10.000 jadi 10 juta, jarah 10 juta jadi semilyar harta
Selamatkan semua, lengkap dengan subsidi, BLT, hibah, pinjaman, valuta, saham, dan kapital segala modal
Kabarkan pada semua turun ke jalan naik singgasana
Di bank terdekat kita bersua, berbagi rizki dan sedikit kuasa tanpa tanya, tanpa mengapa
Hahaha…. Hahaha…. Demonkrasi. Hidup demonkrasi. Dengarlah aku bersumpah
Kita akan jadi sejarah, membela tanah tumpah darah. Demi bangsa tegak dan gagah, demi harta kita melimpah
Bersekutu sedikit dengan penjajah, sekadar taktik, tak apalah. Yang penting, kita tidak pernah kalah,
hahaha…tidak pernah kalah

Baca juga:  Gelak Tawa di Rumah Duka
Demonkrasi…. hidup demon-krasi!
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Radhar Panca Dahana
[2] Pernah dibacakan pada acara “Mata Najwa – Metro Tivi” pada 11 Maret 2015