Mahar Cinta

Karya . Dikliping tanggal 18 Maret 2019 dalam kategori Arsip Cerpen

Mahar Cinta

Sungguh, lirih bisikanmu
Menjadikan diriku tercengang
ìSimpan wajah dan cintaku
Sepanjang waktu di hatimu!î
Tapi bisakah alam mengajariku
Membaca-memaknai suratan nasib

Sungguh, lembut suaramu
Seakan-akan telah menyihir
Menggiring kesadaran jiwaku
Ke tepian yang tak terbatas
Lalu menyentakkan kesadaran
Mahar cinta belum terbayar

Jogja, Agustus 2018

Kabar Cinta

Api yang berkobar di dalam dada
Terasa benar menyulut rasa cinta
Bertahun-tahun rapat terpendam
Belum terucap sebagai isyarat
Bahwa diri berniat mengajakmu
Menuju tempat yang meneduhkan

Tapi apa mungkin kusampaikan
Keluh kesah gelisah gaduh hidup
Lantaran ada sekat di antara kita
Meski sesungguhnya semua nyata
Seperti angin melingkar mengirim
Kabar cinta yang tak pernah padam

Baca juga:  Hanya Aku - Surat Cinta - Sihir Perempuan Jelita - Senandung Perempuan Sunyi

Jogja, Agustus 2018

Kenangan Cinta

Selalu dan senantiasa tak bisa
Terhapus sederet kenangan cinta
Yang tercecer di sepanjang jalan
Seakan mengekal menjadi peta
Meski terkadang tak bisa dibaca
Ketika kembali dirunut jejak kaki

Kenangan demi kenangan cinta
Masih tersimpan di hatiku di hatimu
Meski tak sama manakala dirasa
Karena janji yang tak bersatu lagi
Menjadikan diri menyekap sepi
Menelan kesetiaan yang terbelah

Jogja, Agustus 2018

Peta Cinta

Sorot matamu demikian tajam
Menjadikan diri berkabut tanya
Apa mungkin peta cinta bisa dibaca
Sebagaimana pertama kali digores
Lembut dan halus tangan cahaya
Di tetanahan di sepanjang waktu

Baca juga:  Sahabat Angan-angan - Sahabat Impian

Sorot matamu seibarat belati
Menancap tepat di dalam hati
Melukis pedih sayatan dan luka
Di sepanjang tarikan-helaan nafas
Menghapus semua kabar mawar
Yang pernah kau tawarkan padaku

Jogja, Agustus 2018

Isyarat Cinta

Serupa lukisan belum selesai
Nyaris tak bisa kumaknai isyaratmu
Apa cinta masih bisa diharapkan
Selagi rahasia mengabadi jadi misteri
Seibarat hasrat berderet memanjang
Menanti hadirnya selarik senyum

Serupa pelangi memancarkan cahaya
Temaran manakala mendung memekat
Mengaburkan cuaca dan pandang mata
Mengingatkan pada janjiñjanji mawar
Meski pada akhirnya keraguan berjajar
Menjadikan diri membeku serupa batu

Jogja, Agustus 2018

Demi Cinta

Diam dan menelan kata-kata
Barangkali lebih memiliki makna
Manakala gaduh angin berkecamuk
Sebagaimana kegelisahan batinku
Menahan serumpun sesak di dada

Baca juga:  Di Tikungan Jalan

Demi cinta yang tak menentu arahnya
Demi cinta mata lama terpejam
Mengurai cerita yang berulang-ulang
Menjadikan diri berkabut tanya
Apa cinta masih bisa dikunci di hati
Seibarat seekor ular setia berdiam diri
Menanti sekujur tubuh berganti kulit

Jogja, Agustus 2018


M Haryadi Hadipranotoo, alumnus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Ketua Forum Silaturahmi Sastra dan Budaya Yogyakarta | “Kedaulatan Rakyat“.

Keterangan

[1] "Mahar Cinta" adalah salah satu kliping yang disalin dari karya
[2] Arsip Cerpen ini pernah tersiar pada edisi Minggu (akhir-pekan) 17 Maret 2019