Lagu Malam – Mantra Kata-Kata – Lapangan di Belakang Rumah

Karya . Dikliping tanggal 2 April 2017 dalam kategori Arsip Puisi, Media Indonesia

Lagu Malam

nyanyian itu
melahap malam-malamku
mengeja tidurku
tidur di kasurku
sampai memakai selimutku
benar-benar kacau
suara parau kesetanan
nyanyian itu
bunyi sendiri
tanpa henti
dari peti mati
nyanyian itu
semakin memecah
malam
tanpa sadar
ia keluar
sebagai kelelawar

Medan, 2017

Mantra Kata-Kata

“kata sebagai pertanda
kata sebagai petaka
kata sebagai jenaka
kata tetap kata
kumandikan kata-kata
kupelihara dengan cinta
agar sirna petaka
tumbuh rasa suka
kata-kata awal dari tinta
awal dari pinta
awal dari kita
kata tetap kata
kucium kata-kata
kupeluk kata-kata
kutidurkan kata-kata
kusuapi kata-kata
tumbuh rasa sayang
melayang
terbayang
kata tetap kata
Medan, 2017

Lapangan di Belakang Rumah

lapangan tempat berkencan sepasang burung camar
bersiul dari tepi ke tepi
mencari kekasih yang pergi sebelum pagi
sesekali bertengger di belakang rumah
untuk melepas lelah
lapangan tempat bermain anak-anak
berlari mengejar layang-layang ada juga
yang bermain layang-layang
sebagaimana biasa, lapangan di belakang rumah
sebagai tempat mendamba seorang kekasih bagiku
tempat berteduh dari rindu yang menggebu
lapangan di belakang rumah sudah menjadi
kenangan. sudah menjadi perumahan
burung camar tak lagi bersiul
anak-anak tak lagi main layang-layang
aku telah pergi mencari lapangan
tempatku menunggu rindu
Medan, 2017
Ubai Dillah Al Anshori, lahir di Pematang Siantar 13 Juni 1995. Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indo- nesia FKIP UMSU. Karyanya dimuat di koran Lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga termaktub dalam antologi Pada Mula Hidup yang Lama (2016), 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017), dan Aceh 5:03 6,4 SR (2017). Bergiat di Forum Komunitas Diskusi Sastra FOKUS UMSU.
Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ubai Dillah Al Anshori
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Media Indonesia” Minggu 2 April 2017