Laudes

Karya . Dikliping tanggal 24 September 2018 dalam kategori Arsip Puisi, Koran Tempo

Laudes

Pagi belum sepenuhnya diturunkan dari langit, ketika Hamba-Hamba Kristus yang kesepian menerjemahkan mazmur-mazmur Daud ke dalam isyarat hujan yang deras. Cinta sungguh belum digenapkan di atas altar perjamuan. Kudapati diriku terjebak di ruang rindu dengan cinta yang merah marah.

Ingin kuimankan bahwa pemuisi yang mematangkan dirinya dengan kata-kata dan kesepian yang purba jauh lebih berbahaya dari Daud yang menyanyikan mazmur-mazmurnya dalam brevier. Sesekali kubiarkan diriku tersesat sebagai seekor domba yang teguh memisahkan diri dari kawanan domba beragama. Karena aku sungguh paham, bahwa cintaMu sanggup membersihkan berlaksa alasan mengapa seorang gembala yang berhati sederhana tega meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor domba beragama-demi dan hanya demi-satu domba yang sesat ini?

Makassar, 2018
Giovanni A. L Arum bergiat di Komunitas Sastra Filokalia Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang.

[1] Disalin dari karya Giovanni A. L Arum
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Koran Tempo” edisi akhir pekan 22 – 23 September